"Panas Mas." Shevaya cemberut ketika dia tidak bisa menikmati makanan dengan baik, Denver yang kini sudah paham langsung membantu istrinya untuk memisahkan daging dengan tulangnya. Wanita manja itu berubah menjadi sangat manis ketika diperlakukan seperti ratu. “Udah, jangan makan banyak sambel sayang.” “Hemm, makasih Mas.” Shevaya tersenyum malu. Denver tersenyum geli, dia tidak menyangka jika mood istrinya berubah begitu cepat, banyak hal yang dia syukuri karena dia memiliki wanita yang mudah dia taklukkan. Denver tidak perlu lagi merasa bingung ketika harus menghadapi istrinya yang terkadang selalu tidak dia mengerti. “Karena kamu, Mas jadi hobi makan di pinggir jalan.” Bisik Denver. Sebelum bertemu Shevaya dia tidak pernah melakukan hal itu, tetapi kini dia tidak malu ataupun jiji

