Shevaya menatap Denver dengan perasaan campur aduk, setelah pernyataan cintanya kini dia tidak mendapatkan respon dari suaminya. Semua perasaan bahagia dan semua pemikiran baiknya kini sirna, Shevaya terlalu berharap lebih dengan semua kebaikan yang telah dilakukan oleh Denver. Lelaki itu tetap sama tidak merespon apa yang ingin Shevaya dengar. “Sheva—” “Gak papa Mas, udah aku mau masak dulu.” Shevaya tersenyum lalu meninggalkan Denver yang hanya terdiam menatap kepergian istrinya. Denver mengusap wajahnya kasar, dia merasa bersalah karena sudah membuat Shevaya kecewa. Denver memang sudah nyaman bersama Shevaya, tetapi dia tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Denver merasa bahwa benih cinta itu belum dia rasakan. “Sialan, maaf Sheva.” Di lain sisi Shevaya terdiam, dia menahan tan

