Shevaya menatap Denver dengan kesal, lelaki itu menguasai anaknya bahkan sejak tadi dia tidak mengijinkan Shevaya untuk menggendongnya. Bayinya juga sangat nyaman digendongan Denver, tidak rewel sedikitpun. “Kamu makan dulu, makananannya mumpung masih anget.” Rosmala menyiapkan makanan untuk Shevaya. “Iya Mah, Sheva bisa makan sendiri kok. Mama juga makan, kalian semalam tidak tidur karena nemenin Sheva, sekarang kalian juga istirahat, Sheva nggak mau kalian sakit.” Mereka mengangguk, sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi karena Shevaya dan anak yang ada di dalam kandungannya sehat-sehat. Mereka masih merasa khawatir jika Denver dan Shevaya kembali bertengkar, mereka tidak ingin jika Shevaya kembali terluka karena menghadapi Denver yang kini masih belum bisa dikendalikan deng

