Pagi sekali mereka sudah siap berangkat menuju ke Pelabuhan, sebelum itu Abian dan Sheza mampir membeli keperluan dan beberapa makanan ringan untuk istrinya. Selama di kapal beberapa hari dia tidak ingin jika istrinya akan kekurangan makanan ringan, karena dia tahu biasanya Sheza menginginkannya, tidak mungkin jika mereka sudah berlayar akan kembali ke darat hanya untuk membeli makanan ringan dan beberapa keperluan istrinya. Abian merupakan lelaki idaman, Sheza yakin banyak wanita iri kepadanya yang telah memiliki suami sepertinya. Sheza kini merasa rugi, seandainya sejak awal dia bertemu dengan Abian maka kehidupannya akan semakin bahagia nantinya. Sheza mungkin tidak akan mengalami hal yang menyakitkan seperti masa lalunya. “Udah nggak ada yang mau dibeli?” tanya Abian ketika mereka me

