
hy nama ku Nisa aku ada seorang istri sekaligus seorang ibu..
aku yg cuma irt sering kali di perlakukan tidak baik oleh suami ku sendiri.
setiap hari ber'urai air mata krna slalu di sakiti fisik dan hati ini, hingga suatu hari air mata ini kering dan aku pun berubah.
inilah kisah ku..
saat aku pertama kali menginjakkan kaki di kampung kelahiran bg iril ada rasa senang sekaligus sedih.
aku senang krna akhirnya aku akan bersama orang yg aku cintai, tpi di sisi lain aku juga sedih krna meninggalkan orang tua ku dan menentang orang tua ku.
ya! aku dan bg iril berbeda agama itu lh alasan orang tua ku TDK merestui hubungan kmi berdua, tpi aku telah di butakan oleh cinta ku ini hingga aku nekat hingga sampai di kampung bg iril.
dua Minggu sudah berlalu aku di kampung bg iril ini, tpi tiada tanda2 bahwa kmi akan segera menikah! rencana yg dari awal kami niatkan sebelum datang ksni.
"bg kita nggak jd nikah?" tanya ku pada bg iril
"jadi sabar aja" bls ny singkat
"sampai kapan bg?"tanya ku lagi
"tunggu waktu yg tepat"jawab nya
aku merasa kecewa dengan jawaban yg dia berikan, bagaimana mungkin dia setenang itu berkata tunggu waktu nya sementara dia tahu kalau sekarang ini aku sedang mengandung anak nya, aku tidak mau kalau sampai perut ku membesar dan orang2 akan tau! pikiran ku pun semakin kacau memikirkan semua itu..
selang berapa hari setelah itu, kulayang kan lagi pertanyaan yg sama kepada bg iril.
dan aneh nya dia malah berbalik marah dan berkata aku terlalu menuntut.
apa salah pertanyaan ku itu?
aku mendesak dia krna tidak ingin hal yg aku takutkan terjadi,..
"bg kalau abg tidak segera menikahi ku aku akan pulang ketempat orang tua ku" ucap ku krna sudah jengkel.
ku ambil koper dan ku susun bajuku yg aku bawa dari tempat kami sebelumnya.
setelah baju ku rapi aku pun keluar dari rumah bg iril membawa koper ku.
sebenarnya aku tidak berniat benar-benar meninggalkan nya aku cuma ini membuat dia sadar dan berpikir kalau aku tidak bisa lebih lama lagi, mengingat perut ku yg semakin hari mulai membuncit.
Belum jauh dari rumah bg iril dia segera menyusul ku dengan berlari,
di dalam hati sempat bahagia melihat dia mengejar ku dan berharap dia memohon agar aku tdk pergi seperti di film-film romantis yg pernah aku tonton dulu.
tapi na'as yg terjadi malah sungguh tidak terduga.
bg iril berlari dari belakang ku dan tiba-tiba saja aku terjungkal tangan dan lutut ku terluka
astaga aku sempat syok terpaku dengan kenyataan yg baru saja aku ketahui
hati ku hancur air mata ini pun tak terbendung lagi, air mata ini mengalir dengan sangat deras namun tiada suara yang aku keluarkan dari mulut ini..
seolah aku tak percaya bahwa bg iril yg barusan menendang tubuh ku dari belakang hingga membuat ku terluka di bagian lutut dan tangan ku karena terkena bebatuan yg ada di tangan.
aku masih hanyut dalam kesedihan ini hingga tiba-tiba sebuah tangan memegang kerah bajuku dan menyeret ku kembali kedalam rumah yang sempat aku tinggalkan barusan.

