suamiku adalah neraka ku

532 Words
waktu pun berjalan dengan, hari-hari aku lalui dengan perasaan tidak enak menghadapi sikap mertua dan ipar-ipar ku yang kini mulai kelihatan sifat asli nya. sebenarnya jauh-jauh hari awal-awal menikah, aku sudah minta sama bang iril untuk pisah rumah sama mertua. rasanya tidak tahan setiap hari mendengar tajam nya kata-kata mertua dan ipar-ipar ku, ingin rasanya aku langsung angkat barang dari rumah ini. tapi lagi-lagi suami ku bilang kalau dia tidak bisa meninggalkan ibu karna dia anak pertama laki-laki. bahkan tak jarang kami sering kali berantem jika aku meminta hak ku itu pada nya. setiap hari aku telan rasa sakit hati ini karena perbuatan suami ku dan keluarga nya. ***** hari ini aku mulai bekerja setelah kemarin di bantu mertua agar aku bekerja di tempat dia bekerja juga. jadi hari ini anak aku titipkan sama suami ku karena hari ini dia tidak bekerja. hari-hari pun berlalu hingga tidak terasa sudah dua Minggu aku bekerja dan setiap hari aku harus menahan diri melihat anak ku tidak ter'urus, badan nya semakin kurus dan sangat acak-acakan. hati ini tidak tega meninggalkan anak ku yg masih berusia delapan bulan itu. suamiku juga sebenarnya sudah melarang aku untuk bekerja tapi rasa tidak enak menolak saat mertua menawarkan pada ku untuk bekerja, dengan beralasan nanti untuk masalah menjaga kan masih ada ipar-ipar mu lumayan untuk beli s**u anak mu. hingga akhirnya aku pun menerima nya. tapi ternyata uang yang aku hasil tidak sebanding dengan kesehatan anak ku. suatu hari aku pulang melihat anak dengan pakaian yang sangat basah dan kotor ku tatap wajah mungil nya saat dia tau aku datang dia menghampiri ku merangkak khas anak kecil dengan sedikit senyum indah nya dan di celoteh nya membuat hati ini semakin ter'iris. aku pun segera mendekapnya dalam pelukan ku kuangkat tubuhnya yang mungil dan dengan segera ku langkahkan kaki ke arah kamar tidur. terasa mata ini mulai menghangat dan air mata ini pun lolos membasahi pipi ini. segera kuambil handuk dan pakaian anak ku ini, ku keringkan badan nya yang basah mungkin tadi dia habis main-main air, "tapi dari sekian banyak orang di rumah ini tidak ada yang memperdulikan anak ku?" pikiran itu terus berputar di kepala ku tapi tidak sengaja aku menyentuh sesuatu di kepala anaku ini saat aku hendak memakai kan baju nya. apa ini!!! " hati ku semakin hancur melihat ada benjolan di kepala belakang nya" ke dekap erat tubuh anakku ini lalu ku ciumi seluruh wajahnya sambil meminta maaf karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk nya. "maaf mama sayang, mama tidak bisa menjadi mama yang baik yang bisa menjaga mu setiap saat" "mama telah teledor, hanya karena uang kau pun jadi begini. maafin mama ya sayang!." dengan terisak aku mengeluarkan isi hati ini. tiba-tiba pintu terbuka ternyata bang iril. "kenapa adek menangis?" tanya bang iril karena melihat ku menangis tersedu-sedu "Abang anak kita hiks hiks hiks" jawab ku dengan terisak-isak "ada apa dengan anak kita dek" tanya bang iril belum mengerti "kepala anak kita bengkak bang, sepertinya tadi Habis jatuh. hiks hiks hiks" jawab ku sambil menunjuk kan kepala anak yang bengkak itu. tak sengaja ku sentuh bagian kepala anak ku yang bengkak itu, tapi tiba-tiba dia menangis kesakitan seperti aku menekan terlalu kuat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD