Baru saja Revan melangkahkan kakinya memasuki rumah. Suara menggelegar dari ibunya sudah terdengar. Ia mengernyit. Tumben, ibunya marah-marah sore hari. Di tambah, siapa yang menjadi mangsa ibunya? "Maaf, Tante. Jessie nggak sengaja. Tapi tenang, Si Merona udah Jessie kasih ke bengkel yang handal. Jadi, Tante nggak usah khawatir." Revan memasuki kawasan dapur saat mendengar suara dari arah sana. Ia benar-benar bingung saat melihat Jessie beserta ibunya berhadapan. Zara dengan kedua tangan terlipat di d**a. Sedangkan Jessie menunduk sambil meremas jari-jarinya. "Ma?" ucap Revan dengan nada ragu. Sontak Zara dan Jessie menoleh. Tanpa aba-aba, Jessie berlari dan berlindung di balik tubuh Revan dan memegang lengan cowok itu dengan erat, sambil melirik ke arah Zara dari sela-sela lengan

