Amanda melangkah menuruni anak tangga dengan segelas teh di genggamannya. Ia melihat ayahnya yang baru memasuki rumah. Ia mengernyit melihat penampilan ayahnya yang seperti itu. Sangat tertutup. "Ayah," panggil Amanda membuat Putra sontak kaget. Kerutan kembali terukir di dahi gadis itu. "Ayah habis dari mana?" tanya Amanda. Putra terdiam sejenak. Lalu berkata, "Lari pagi. Kamu mau berangkat?" Amanda menganggukan kepalanya dan menghiraukan tingkah laku aneh ayahnya. Seraya berkata, "Iya. Aku di jemput teman." Putra menganggukan kepalanya. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya. Mengambil uang dua ratus ribu dan memberikan uang itu kepada putrinya. Amanda tersenyum dan mengambil uang itu dengan senang hati, "Makasih, Ayah. Amanda keluar dulu." Amanda melangkah kelua

