“Yah, Ayah belum jawab pertanyaan aku!” Suara menuntut Aroha kembali terdengar, menyorot tajam pada Adam yang memalingkan pandangannya dari Alvar dengan tarikan napas berat. Adam tahu, dalam hal ini yang akan menentang keras jelas putrinya bukan Alvar yang pasti harus selalu siap dengan perintah macam itu. “Ayah bisa menceritakannya sama kamu, Ar. Tapi apa memang kamu mau dengar dan mengerti, ini mengenai posisi Ayah di pemerintahan.” Mendengar penjelas ayahnya itu jelas membuat dahi Aroha berkerut tajam. “Apa maksudnya? Apa hubungannya kepindahan Mas Alvar dengan posisi Ayah di pemerintahan?” “Ar, saya akan jelaskan nanti. Jadi—” “Nggak, Mas. Aku mau denger dari Ayah. Mas bisa bilang begitu karena Mas pasti akan terima-terima aja perintah Ayah itu, kan? Aku nggak bisa, aku harus deng

