PERMINTAAN BURUK

1057 Words

Aku berlari masuk ke dalam kamar Angga, dadaku terasa sesak mendengar perkataan ibu Angga padaku. Sehina itukah aku menjadi seorang perempuan hingga aku harus menerima penghinaan ini. Aku terlalu sibuk menjaga hati Kayla, tidak taunya ada ibu Angga yang menjadi tembok penghalang diantara kami. "Sayang kamu mau kemana ?" Tanya Angga begitu melihatku keluar kamar berniat pergi. "Aku mau pulang." Jawabku. "Aku anter ya ?" Tanya Angga. "Aku bisa sendiri. Tante saya pamit pulang dulu." Aku berusaha untuk mengajak ibu Angga bersalaman, tapi dia mengabaikanku. Bahkan melihatkupun tidak. Aku melangkah meninggalkan rumah. "Aku antar." "Angga ! Tetap di rumah !" Bentak ibu. "Tidak ! Angga tetap mengantar Kanaya." Angga menarikku untuk keluar rumah dan masuk mobil. Angga mengantarku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD