BERTENGKAR HEBAT

1015 Words

Plakkk ! Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipiku. Tamparan yang diberikan oleh ayahku sendiri. Air mata menetes begitu saja merasakan perih dan panasnya pipiku. "Anak tidak tau diuntung !" Kata ayah padaku. "Jikalau saja dulu bundamu mengikuti kata yah untuk menggugurkanmu karena jarak waktu kehamilanmu dan lahirnya Kayla begitu dekat tentu saja sekarang tidak akan serumit ini !" Kata ayah padaku lagi. "Kok ayah jadi nyalahin bunda ? Bukankah perkara sundulan itu kita sudah sepakat untuk membesarkannya ? Itu juga pertimbangan keluarga besarmu lho yah." Bunda membela dirinya. "Lihatlah sekarang! Dia justru menjadi benalu kan bagi Kayla !" Tunjuk ayah padaku. Sekarang aku tau kenapa dari dulu mereka berdua membenciku. Ternyata jarak hamilnya aku dan lahirnya Kaylalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD