PAGI ITU TIBA-TIBA HANDPHONE PAPA BERDERING…. DAN TERNYATA ITU TELPON DARI KAMPUNG
“Hallo buk,….apa kabar”
“baik nak,…gimana kabar cucuku, yusuf ?”
“alhamdulillah RARA sudah sehat buk,….”
“alhamdulillah ya ,…jadi bagaimana acara pernikahan RARA YUSUF,…ingat ya besok ibuk mau datang,…jadi ibuk mau bertemu sama calon mantu mu itu”
“tapi buk,….”
“tidak ada tapi-tapi,…mungkin ibuk agak malam sampainya y nak”
“buk,..tunggu dulu,…ada yang “
“udh ya ,..ibuk ada tamu,..nanti ibuk telpon lagi..”
TELPON ITU DITUTUP OLEH NENEK RARA.( IBU PUJI ASTUTI SANJANI, YANG MERUPAKAN IBU DARI BAPAK YUSUF, NENEK RARA)
TUT..TUT…TUT..TUUUT
KETIKA TELPON ITU MATI TIBA-TIBA SAJA d**a PAK YUSUF RASA SAKIT,…….
“AAAAAAAAH,…SAKIT, MA TOLONG…..”
“AAAAA, PA KAMU KENAPA?””
(MAMA RARA TERKEJUT BUKAN MAIN, EA MENJERIT MINTA TOLONG)
“RARA, PAPA mu pingsan, tolong….”
“PAPA,..kenapa MA?”
“tadi PAPA telponan dengan nenek, mungkin PAPA sock,…karena gak sanggup berkata jujur pada nenek”
“ayo kita bawa PAPA ke rumah sakit MA”
“ia”
Secara kebetulan,…sopir kevin datang untuk mengantarkan mobil pak yusuf,
“mas, tolong bantu PAPA saya, pingsan , tolong bawa ke rumah sakit”
“baik non,….”
Mereka pun membawa pak yusuf ke rumah sakit. Sesampainya disana,…
“dokter tolong selamatkan SUAMI saya”
“ia, sabar ya buk,…tunggu di luar, kami akan segera menanganinya”
PAK YUSUF PUN DI PERIKSA DAN DI BERI PERTOLONGAN DI RUMAH SAKIT ITU,.
“MA,…ini salahnya RARA,…Seharusnya RARA menerima pernikahan itu, dan peristiwa ini tidak akan terjadi,…apa PAPA akan baik-baik saja MA?”
“ia sayang,…kita berdoa ya,..semoga ALLAH memberi PAPA kesehatan, dan umur yang panjang”
“amin…..
(ibuk dan rara menangis di depan ruang pemeriksaan)
Supir kevin pun tidak tinggal diam, dia pun menelpon kevin, dalam beberapa jam kemudian,…kevin pun datang ke rumah sakit itu.
“tante,..rara…apa om baik-baik saja?”
“nak kevin,…om masih di dalam dokter belum keluar”
“mas kevin rara perlu bicara”
Kevin mengangguk, rara pun menarik tangan kevin hingga keluar
“ada apa RARA?” (TANYA KEVIN DINGIN)
“APA mas bersedia melakukan janji mas sama PAPA?”
“maksud mu?”
“apa mas bersedia menikahhiku?”
“apa kamu bersedia aku nikahi RARA?”
“A,,…A…A.KU BERSSEDIA mas,………..demi PAPA”
“maksudmu,….kamu terpaksa?”
RARA TERDIAM MENDENGAR UCAPAN KEVIN
“MAAF RARA aku tidak akan menikahimu kalau kamu terpaksa, aku sudah janji pada PAPAmu, aku bersedia menikahimu, kalau kau juga bersedia, dalam arti kata ikhlas bukan terpaksa”
“apa kamu gak tega lihat PAPA,…gara-gara gak sanggup menahan malu,…dia baru saja mengalami serangan jantung”
“aku tau rara , kamu sedih dengan keadaan PAPA mu saat ini,..tapi PAPA mu juga akan merasa sedih sekali,..bila putri yang Ia cintai menikah dengan cara terpaksa”
“tapi aku benar-benar bersedia mas…”
“bersedia…? , kenapa ra, apa karena kamu takut PAPA mu kena serangan jantung lagi?, apa kamu tidak takut, kalau PAPA mu juga bisa kena serangan jantung lagi, karena mengetahui anaknya,..menikah karena terpaksa menuruti kemauannya…”
“tidak,..cukup mas…aku…aku ikhlas menikah dengan mu,…aku sadar, apa yang kamu lakukan adalah demi menyelamatkan aku,..aku sadar, bahwa DEVIN lah yang bersalah bukan kamu, aku malah menyalahkan kalian berdua,..aku benar-benar minta maaf mas,…aku menyesal”
“kamu tidak perlu minta maaf rara”
“tapi mas, aku beneran ikhlas mas,….aku ikhlas menikah denganmu,.”
“WALAU kau tidak mencintaiku?”
“aku akan belajar mas,…mencintaimu . masalah cinta itu bisa muncul bila kita sering bersama”
“apa kamu yakin dan sadar dengan ucapanmu ini?”
“ia mas…aku yakin dan menyadarinya”
“pernikahan itu bukan subuah mainan RARA,….”
“AKU tahu mas,…dan aku siap menerima semua konsekuensinya,…aku akan belajar mencintai mu,…”
“jadi bagaimana dengan perasaanmu dengan devin”
“dia masa lalu ku mas,…masa lalu yang pahit”
“tapi bayangan masa lalu mu akan selalu ada di hadapanmu, apa kamu siap?”
“aku akan berusaha mengenalmu mas,…aku yakin, walaupun wajah kalian sama, tapi ada sebuah perbedaan yang sangat besar diantara kalian berdua,…aku yakin itu, walaupun saat ini aku belum sepenuhnya menemukannya”
“tapi aku tidak ingin,…kamu melakukannya karena terpaksa”
“mas,…aku juga ingin tanya kenapa kamu menyanggupi janji ini, sama papa?”
“karena aku ingin bertanggung jawab atas perbuatanku, itu saja”
“apa kamu tidak ingin mengenalku lebih dekat lagi?”
KEVIN TERDIAM,..BIBIR NYA KAKU TAK BISA BERKUTIK
“aku ingin belajar mengenal dan mencintaimu,..jadi aku mau kau juga melakukan yang sama,…maka marilah kita melakukan ta’aruf”
“TA’ARUF?”
“IA mas,…maukah kamu?”
“baiklah…..
“terima kasih mas( dengan spontan rara menarik tangan kevin menuju ruangan ayah nya di rawat, kevin hanya terdiam,,, bibirnya kaku,…ia tak bisa mengatakan apapun saat ini, rasa tak percaya menyelubungi
pemikirannya,…kenapa rara begitu serius mengajaknya untuk melakukan taa’ruf, tapi perasaan itu tiba-tiba menjadi kebahagiaan buat nya, karena sebuah senyuman kecil dari bibirnya tiba-tiba saja datang, tanpa rara sadari)
**********************
“ma bagaimana papa?”
“kata dokter dia baik-baik saja,… dia akan segera pulih,….untung saja serangan jantung ayah kali ini tidak terlalu berbahaya,..ayah hanya sokc saja…
“apa kita bisa melihatnya”
“ea nak,..ayo”
********************************************
“pa,..sadar pa,…sadar ini RARA DATANG papa,…RARA SAMA MAS KEVIN papa”
“papa bangun,..ini mama, pa , bukak matamu !”
“pa,…. SADAR LAH,…RARA SAMA MAS KEVIN AKAN MENIKAH papa”
“RARA, apa kamu serius?”(tanya mama kaget)
“ia ma, RARA serius, KAMI akan menikah, ya kan mas?”
“ia tante”
“apa kamu terpaksa nak ?”
“tidak ma, RARA ikhlas,…. RARA ingin membangun rumah tangga RARA bersama mas kevin, “
“walau tanpa cinta?”(tanya mama rasa tak percaya)
“ia ma..karena menurut rara cinta bisa datang dan tumbuh setelah kita menikah”
“apa kamu yakin itu nak kevin?”
“i,...ia tante, aku percaya pada rara”
“baiklah kalau begitu”
TIBA-TIBA MATA PAK YUSUF TERBUKA, IA BANGUN DARI PINGSANNYA
“papa……..(RARA MENANGIS)
“SAYANG, jangan menangis papa tidak apa-apa kok”
“papa RARA mau menyampaikan sesuatu pada papa”
“apa itu nak?”
“RARA dan mas KEVIN, akan menikah”
“bener ?”””
“ia pa,…benar”
“apa kamu terpaksa?”
“tidak sama sekali papa,..RARA ikhlas,…RARA ingin TA’ARUF,…”(rara memberikan senyuman manis pada papanya)
“beneran kalian mau TA’ARUF?”
“IA OM, TANTE”
“ALHAMDULILLAH,…papa ikut senang dan bahagia nak mendengarnya”
“ia….makanya papa cepat sehat biar bisa nikahin anaknya nanti”
“pastinya donk ma,…papa ni udah sehat kok,..tuh kan sehat”( papa mengangkat-angkat tangannya ke atas)
“papa,…istirahat dulu lah,….”
“ia anakku sayang,…yang bawel…..”
“aaaah , papa RARA kan jadi malu sama mas kevin”
“ya emank betul kok bawel”
(hahaha hahaha hahaha , mereka semua tertawa)
“oya nak kevin,…..malam besok nenek , paman dan bibi RARA mau datang,…jadi nak kevin bisa gak jemput mereka ,….ke bandara….mereka datang dari solo”
“oh bisa kok om, …nanti kevin akan jemput”
“nak kevin kalau sudah mau jadi calon mantu, jangan panggil om dan tante lagi ya,….panggil papa dan mama aja”
“oh ia om…..eh maaf pa….”
Nah,..gitu donk kan enak di dengar”
“kalau begitu pa, ma kevin pulang dulu ya,…besok kevin datang lagi”
“ia nak,..makasi ya,..kamu hati-hati”
“ia ma” (kevin melangkah keluar)
Tiba-tiba rara memanggil
“mas kevin………….makasi y,…kamu uuu… hati- hati ya..”( rara malu )
“ia rara,…(kevin tersenyum),.jagain papa (sambil senyum)
“ia mas,…(sambil senyum)
“aku,..aku pergi dulu(kevin salah tingkah,…) dia pun pergi meninggalkan rara
“mas kevin,…kamu beda banget dengan si devin itu,…kamu sangat kaku, dingin , cuek,…kamu susah di tebak,…apakah aku akan bisa mencintai dirimu,…ya TUHAN,…TOLONG BANTU AKU (GUman rara dalam hati)
Setelah Kevin pergi,..ayah dan ibu rara, pun tk henti-hentinya menggoda rara..
Sehingga wajah RARA Yang putih memerah.