9. RAHASIA TERUNGKAP

1230 Words
PAPA DAN MAMA RARA SAMPAI KE RUMAH SAKIT, MEREKA MELIHAT RARA SEDANG DI PERIKSA OLEH SUSTER “SUS, kenapa dengan anak saya?” “tadi dia berteriak, teriak pak, buk” “dia kenapa sus?” “tadi ada dua laki-laki datang menjenguknya,…dan kelihatannya dua laki-laki itu kembar pak” “kembar?” “ia , pak, saya permisi dulu ya pak, buk” “ia makasi ya sus” “sayang, kamu kenapa, seharusnya kamu sudah bisa pulang besok,….tapi kenapa kondisi kamu malah memburuk seperti ini?” “PAPA harus telpon nak kevin” “jangan ayah…..jangan telpon dia…jangan(rara teriak) “kenapa sayang,….kenapa tidak boleh?” “papa,..maafin aku,…aku tidak bisa menikah dengan dia,…tidak bisa pa” “kenapa sayang,…kamukan sudah menerimanya?” “ pa, ma  kalian harus tau…..bahwa aku sudah menjadi korban kebejatan mereka” “mereka siapa nak?” “kevin dan devin,…mereka kembar pa,” “kembar,…?” “ia , pa…..orang yang menabrak aku itu adalah benar kevin,…dan yang berjanji ingin menikahi aku itu juga kevin, dan yang datang tadi pagi itu adalah devin, pacar aku pa” “jadi,…kamu sudah mengenal mereka berdua?” “devin itu pacar aku pa,…sedangkan kevin adalah abang devin,…dan aku belum pernah bertemu dengannya,..tapi aku memang tahu namanya” “jadi,…kenapa kamu bilang kamu jadi korban mereka sayang?” (tanya ibu rara) “devin tidak mau menikahi ku ma,….(rara menangis),” “kenapa sayangku?” “karena ,…sebenarnya aku adalah selingkuhannya…” “apaaaa?(ayah rara terkejut,…ea marah sekali) “rara juga gak tau bahwa selama ini , rara di jadikan sebagai selingkuhan devin,..rara malu ma, pa,  rara malu, rara rasa rara telah di bohongi  ,..begitu bodohnya rara,…pa, satu tahuhn lebih telah menjadi simpanan seseorang, sakit rasanya ma….” “sayang,…jangan menangis , kamu kan tidak mengetahuinya sayang, kamu juga telah ditipu oleh devin” “ini tidak bisa di biarkan,…papa harus menemui mereka berdua” “jangan pa, ….tidak perlu….rara akan bertambah malu bila papa dan mama menemui mereka” “baik lah nak, kalau itu mau mu, sekarang istirahatlah sayang, agar kamu cepat sembuh” “ia pa…”                                               ******************** Pagi itu ,….papa tiba-tiba teringat sesuatu “ma….papa baru ingat,…papa sudah terlanjur memberikan kabar, ke kampung kalau RARA akan menikah,….dan kelurga di kampung berencana akan datang buk,…..dua hari lagi,…bagaimana ini buk,…papa bisa malu sekali, kamu kan tau gimana bibi rara sangat tidak menyukai kita” “papa….kenapa sih mesti mengabari ke kampung segala” “maaf ma,…papa terlalu senang,….jadi papa tidak sabar memberitahu keluarga di kampung” “ya TUHAN, kita akan dalam masalah…besar” “bagaimana ini ma” “mama,..juga gak tau pa,…kalau kita mengabari mereka kalau pernikahannya RARA batal….betapa malunya kita….. “ma, pa…. RARA udah selesai ni,…barang-barang juga udah siap, papa kenapa ma?” “ti..ti..tidak apa-apa kok sayang” “ia,…papah gk pa2 kok nak,…ayo kita pulang” “ia “ Ketika hendak keluar, dari ruangan itu,…tiba-tiba kevin datang … “assalamualaikum om, tante….” “waalaikum salam” (jawab ibu rara) “ngapain mas kevin kemari?”(tanya rara sinis) “aku mau antar kamu dan orangtuamu pulang ra” “tidak perlu mas, kami bisa pulang sendiri kok” “RARA, aku minta maaf….atas perbuatan devin, padamu, tapi aku kesini murni karena aku ingin bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa mu, tidak ada niat lain” “kamu tidak perlu bertanggung jawab mas,….saya sudah sembuh kok, kamu kan bisa lihat sendiri “ “tapi,..ra, aku masih merasa bersalah” “aku sudah maafin kamu kok,…ayo pa, ma , kita pergi” “tunggu RARA, apa yang kevin bilang memang benar,….dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya,….bukankah begitu nak KEVIN?” (tanya papa rara) “papa,…..dia tidak perlu melakukan itu “ “dia perlu RARA,….karena dia sudah berjanji pada papa” “tapi papa??””” “kamu masih menepati janji kamu kan nak?” “ia….. om,….saya akan menepati janji saya,…apabila rara setuju” “tidak,…tidak…tidak papa…..rara tidak mau,….rara tidak mau menikah dengannya” “kenapa rara?”                                                                                                                              “karena rara tidak mencintai mas kevin papa,…”(teriak rara) “RARA,…demi papa…., papa mohon” “tidak, papa,..tidak “(RARA berlari keluar,…papa, mama dan juga kevin pun ikut mengejar, namun sayang….RARA sudah berhasil menghentikan sebuah TAXI,..dan masuk kedalam nya” “ayo jalan pak” “ayo om, tante naik ke mobil saya….” “om, bawa mobil kok,…” “gak usah om, mobil di tinggal aja, aku takut RARA  kenapa-kenapa , ayo cepat om, tante” Mobil KEVIN pun berusaha mengikuti mobil taxi yang di tumpangi oleh RARA,….TAPI SYUKUR ALHAMDULILLAH,….ternyata RARA pulang ke rumah mereka. “alhamdulillah nak kevin, ternyata RARA Tidak kemana-mana, tante tadi hampir takut RARA melakukan sesuatu” “ia om , tante…kalau begitu KEVIN PULANG dulu y ,..masalah mobil om, nanti biar supir kevin yang suruh jemput dan antar ke sini” “terima kasih ya nak,..ini kunci mobilnya” “ia om,…sama-sama,..saya pamit dulu  om, tante” “ia , nak,…hati-hati”                                       ***************** “RARA , buka pintu kamarnya nak!” “RARA mau sendiri ma” “RARA, tolong buka pintunya, mama mau bicara sama kamu” “ia nak,..papa juga mw bicara tolong buka” RARA PUN MEMBUKAKAN PINTU KAMARNYA “Ada apa lagi pa, ma…RARA tetap tidak mau menikah dengan mas KEVIN” “Baik lah nak,…kalau memang permintaan papa ini membuat mu tertekan,.dan sedih, papa tidak akan memaksamu, papa akan membatalkannya” “tapi pa?”(tanya ibu) “biar lah ma, ….kebahagiaan putri kita lebih penting dari rasa malu ma” AYAH PUN PERGI DARI KAMAR RARA , PERKATAAN PAPANYA,  MEMBUAT RARA PENASARAN,… “ma ,..maksud papa apa?, kenapa papa bilang malu?” “RARA maafkan papa mu,…sangkin senangnya mendengar kamu mau menikah,..ia langsung mengkabari keluarga kita di kampung,….dan mendengar berita itu kelurga kita di kampung akan datang dua hari lagi,…kamu tau kan, NENEK MU, PAMAN DAN BIBIMU, pasti mereka sangat senang,…jadi kalau kamu gak jadi nikah, maka ayahmu akan malu sekali sayang sama mereka” “apa ma?””(RARA MENANGIS) “JANGAN menangis sayang,….. papa kan sudah bilang kalau demi kebahagianmu,…papa rela , tidak apa-apa sayang” “ma,….. RARA TAKUT….papa marah dan kecewa  sama RARA” “TIDAK sayang,…papa dan mama  tidak akan pernah marah dan kecewa padamu , udh jangan nangis lagi ya sayang, kamu baru sembuh sayang…” RARA MEMELUK ERAT MAMANYA SAMBIL MENANGIS                                                  ********************  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD