Joana menatap Wooseok nanar. Dia ingin menangis. Namun, harga diri Joana terlalu tinggi. Joana menutup matanya erat. Merasakan kesakitan di dalam hatinya. Wooseok masih terisak pelan sebelum akhirnya laki-laki itu menghapus air matanya. Meski Joana ingin memeluk Wooseok dengan erat. Namun, wanita keras hati itu melepaskan genggaman tangan Wooseok darinya. Joana berdiri lalu berjalan membelakangi Wooseok. Wooseok menatap punggung Joana dengan matanya yang memerah. "Kau, laki-laki plin-plan yang tidak bisa mengambil sikap. Laki-laki yang tak bisa tegas dengan perasaanmu. Apa yang kau inginkan sekarang? belum cukupkah kau bertindak sebagai korban?" Joana kemudian. "Jo, maafkan aku. Semua yang kau katakan benar. Aku bahkan tak bisa berbuat apa-apa, padahal aku mencintaimu. Aku tak bisa menga
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


