Wooseok memasuki kamar, lalu menatap Joana yang sedang asik memilih aksesoris di tempat tidurnya. "Setelah membuat kekacauan, dia malah duduk santai dengan perhiasannya? dasar tidak waras," batik Wooseok. Wooseok lalu duduk di sofa, beberapa detik kemudian, dia melirik keawar Joana lagi, "Apa aku harus bicara padanya? aihh ... masa bodoh, kami tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing," Wooseok mengalihkan pandangan, lalu mengambil sebuah majalah dari atas meja sofa, "Tapi ... kasihan Tuan Lee. Kenapa orang sebaik itu memiliki anak gila seperti ini?" "Kau mengumpatiku?" Joana tiba-tiba menatap Wooseok dengan matanya yang tajam. Eyeliner hitam pekat di sekitar matanya, membuat tatapan tajam Joana menjadi lebih mengerikan. Wooseok berdehem lalu berpura-pura sibuk dengan majalah y

