Kritis

382 Words

"Nona, ada yang bisa saya bantu?" seorang pramuniaga menghampiri Joana. Joana diam sejenak. Dia menatap lekat sepatu berwarna merah muda yang terpajang di butik tersebut. "Bagaimana ini? aku bahkan belum tahu jenis kelaminnya," Joana menggosok perutnya sambil berpikir. "Nona ingin sepatu? warna merah muda itu yang tercantik." "Maksudmu? aku harus membeli warna merah muda? bagaimana jika makhluk kecil ini laki-laki?" "M-Makhluk kecil? ah, maksud Nona calon bayi? Nona, merah muda sekarang dipakai laki-laki dan perempuan. Selain itu, desain sepatunya netral jadi Nona tak perlu khawatir. Laki-laki atau perempuan, tetap bisa menggunakannya." "Benarkah?" Joana memeriksa arloji di tangannya, "Sudah lewat waktu makan siang. Baiklah berikan aku warna merah muda." Joana berjalan pelan di pusat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD