Chapter 32

2265 Words

Rain terbangun dari tidurnya. Ia mengeliat meregangkan tubuhnya lalu turun dari ranjang. Ia berjalan menuju balkon kamarnya lalu membuka jendela kamar tersebut, memberikan sensasi dingin pada pahanya yang terbuka karena di timpa angin pagi. Rain melirik ke bawah, di beberapa titik lokasi, terdapat genangan air. Pantas sana jika udara pagi ini sangat dingin, semalam diguyur hujan lebat ternyata. Rain menatap langit yang masih mendung. Banyak yang berbeda pada paginya hari ini. Terutama karena tak adanya Daren yang menghubunginya dan menemaninya. Jujur, ia tak mau jika semua ini terjadi padanya. Ting! Bunyi notifikasi ponselnya terdengar. Rain segera berlari ke dalam untuk melihat pesan yang masuk dan ia berharap itu semua dari Daren. Namun sepertinya ia harus menghela nafas sedih. Ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD