Braaakk! "Tunggu di luar!!" Suara teriakan Rain diiringi bantingan pintu terdengar oleh Ari dan Rena yang sedari tadi menunggu di bawah. Di sana ia bisa melihat Daren yang tersenyum geli. Daren yang sadar akan keberadaan Ari serta Rena langsung menyembunyikan raut gelinya. "Kenapa? Ada apa? Rain lo apain?" tanya Ari yang terlihat tak sabaran dan ingin segera mendengar cerita dari Daren. "Dia baik. Aman bang." jawab Daren singkat. Namun Ari nampak belum puas dengan jawabam Daren. "Maksud lo? Tadi kenapa Rain banting pintu?" "Oh itu. Gue cuma ngancem dia,.." "Ngancam??" Daren mengangguk. "Mengancam apanya?" kali ini Rena yang bertanya. "Gue minta dia ikut ke cafe, dan kalau dia tak mau ,gue mau minta hadiah ulang tahun gue sama dia saat itu juga.." Rena mengernyitkan keningnya,

