Ciuman itu masih mendominasi. Seperti menikmati sekotak es krim yang tak kunjung habis. Basah dan nikmat. Oh jangan lupakan rasa manis yang datang dari pelembab bibir Rain. Rasanya seperti strawberry. Suara decapan mengiringi ciuman panas tersebut. Tak ada yang berniat untuk berhenti. Malahan mereka berdua sama-sama mencari celah untuk terus melumat satu sama lain. Saling mengejar bibir masing-masing dan saling memberikan rasa basah pada masing-masingnya. Haahh.. Helaan nafas terdengar saat ciuman itu terlepas. Daren mengusap bibir Rain yang basah karena ulahnya. bahkan bibir bawah Rain terlihat merah merekah membuat Daren kembali ingin melumat benda kenyal tersebut, namun niatnya segera ia urungkan. "Sekarang giliranku.." ucap Daren. Rain menatap heran. "Kenapa kamu ke sekolah itu?

