BAB 38 – WAKTU MEMANG BERGERAK, TAPI PERASAANKU NGGAK

775 Words

Pagi itu, Nayla duduk di halte bus yang sepi. Bukan karena nunggu angkutan, tapi karena dia cuma pengen diem di tempat yang gak ramai. Tempat di mana suara hatinya lebih jelas terdengar. Dia lagi mikirin hal-hal kecil. Kayak kenapa Arvino gak ngabarin sejak semalam. Bukan curiga, tapi hatinya jadi gak tenang. Beberapa menit kemudian, suara motor familiar berhenti di depannya. “Aku nyari kamu ke mana-mana,” kata Arvino sambil turun dari motor. Wajahnya kelihatan lega tapi cemas. “Maaf. Aku cuma pengen sendiri sebentar,” jawab Nayla pelan. Arvino duduk di sampingnya. Hening beberapa saat. “Kamu marah?” Nayla geleng. “Enggak. Aku cuma... kadang butuh waktu buat ngerasain semuanya. Buat yakin bahwa apa yang kita rasain... masih sama.” Arvino menunduk. “Aku ngerti. Tapi tahu gak? Bahkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD