Pagi itu, matahari terlihat samar di balik awan kelabu. Hujan gerimis menyelimuti kaca jendela apartemen Nayla, menciptakan suasana yang suram tapi justru menenangkan pikirannya. Ia duduk di depan meja, menatap layar laptopnya yang terbuka. Di sana, tertulis daftar langkah yang semalam ia susun rapi. 1. Temui Fara. 2. Konfirmasi hubungan Reza dengan proyek baru. 3. Hubungi pengacara independen. 4. Lindungi data digital. Nayla tahu, satu-satunya cara untuk tidak dikuasai adalah dengan memegang kendali penuh. Ia tak bisa hanya mengandalkan rasa takut atau terus bersembunyi. Semua ini harus dihadapi, meski perlahan. Arvino tiba lima belas menit kemudian. Ia membawa dua gelas kopi dan setumpuk berkas. “Aku cari info soal Reza dan proyek yang dia jalankan sekarang,” katanya sambil menye

