Part 14

829 Words

Tangan Aqila bergetar hebat saat ia membawakan nampan yang berisi gelas untuk Raihan dan juga tamunya. Dari tempatnya berdiri Aqila hanya bisa mendengar suara gelak tawa keduanya tanpa bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Keduanya terlihat sangat akrab meskipun sudah lama tidak bertemu. Tarik napas, buang. Tarik... Buang. Aqila mencoba untuk menetralkan degup jantungnya saat ini. Setelah sampai, tanpa mempedulikan sekitar Aqila menaruh cangkir yang dibawanya ke atas meja. Wajahnya tertunduk, ia tak sanggup kalau harus melihat siapa yang datang. "Oh.. Ini bang istri cantik lo!" Suara itu.. Suara yang membuat jantung Aqila mencelos dari tempatnya. Rasanya saat ini ia lebih baik menghilang saja dari bumi. Aqila bisa mendengar tawa renyah dari Raihan. Kemudian Raihan menarik tangan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD