Merasa lebih baikan, Aqila keluar dari kamarnya. Pandangannya menjuru ke isi rumah, namun tak ada siapa-siapa. Terlebih lagi sosok Raihan yang tak terlihat batang hidungnya sama sekali. "Ayo dong Om nyanyi." Aqila mendengar suara Rita dari arah teras rumahnya. "Nyanyi apa nih?" Kini suara laki-laki yang terdengar, dan Aqila sangat hafal siapa si siempunya suara itu. "Tante Qila, sini!" Aqila terkejut saat namanya dipanggil oleh Rita. Tangan Rita melambai-lambai agar Aqila mengikutinya. Dengan rasa berat, mau tak mau Aqila pun menghampirinya. "Papa kamu kemana, Rit?" Tanya Aqila pada Rita. "Oh, tadi Papa bilang hari ini ada meeting penting, Tan." Entah setan mana yang membisikannya, Aqila merasa Raihan lebih memprioritaskan pekerjaannya ketimbang dengan istrinya. Bahkan dalam kondisi

