Di rumah Sakit
Di ruangan Titah..
"Sudah waktunya makan siang, jemput anak-anak dulu baru makan siang bersama anak-anak dan suami, suami w******p", kata Titah.
Percakapan Titah, Irfandi, Citra, dan Zidan lewat telepon.
"Assalamu'alaikum mi, abi sudah didepan nih, ami masih ada pasien apa enggak ?", tanya Irfandi.
"Wa'alaikumussalam bi, alhamdulillah tidak ada pasien, abi tunggu ami di depan ya, ami sebentar lagi ke depan kok", jawab Titah.
"Oh oke abi tunggu ya, oh ya mi nanti kita tidak usah jemput anak-anak ya", kata Irfandi.
"Loh kok begitu, kenapa bi memangnya ?", tanya Titah.
"Karena kita sudah di jemput abi duluan ami hehe", jawab Zidan.
"Oh gitu, ya sudah, kita langsung makan siang ya", kata Titah.
"Iya mi, cepat dong mi, Citra sudah lapar nih hehe", sambung Citra.
"Iya sayang tunggu ya sebentar, nih ami sudah diluar kok, ami matikan ya teleponnya", kata Titah lagi.
"Iya ami", sambung Irfandi, Citra dan Zidan.
Di mobil Irfandi..
"Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Irfandi, Citra, dan Zidan.
"Wa'alaikumussalam", Irfandi, Citra, dan Zidan menjawab salam dari Titah.
"Ami kita makan siang dimana hari ini ?", tanya Zidan.
"Makan siang di mall dekat sini saja ya sayang, ami mau kerja lagi nanti, kalian pulang dengan abi ya nanti terus ganti baju bilang lik jo makan malam hari ini yang banyak mau ada tamu soalnya", jawab Titah.
"Tamu mi, siapa ?", tanya Irfandi.
"Lik Agus dan keluarga bi, oh ya mas Arfan kapan sampai ?", tanya Titah.
"Hari ini sih mi, abi gak ke kantor lagi, abi tunggu Arfan saja di rumah", jawab Irfandi.
"Oh gitu, ya sudah yuk anak-anak turun sudah sampai", kata Titah.
"Oke mi, bi cepat ya parkir mobilnya, sudah lapar, keroncongan, kruk kruk, kruk, kruk tuh bunyinya hehe", kata Zidan.
"Oke siap bos kecil, jagoan abi", sambung Irfandi.
Mall
Di lobby mall..
"Tunggu abi disini saja ya mi", kata Citra.
"Iya sayang", jawab Titah.
"Itu abi", kata Zidan.
"Oke ya sudah yuk kita masuk dan cari makan siang", sambung Irfandi.
Di restoran..
"Oh ya nanti bawakan makan siang juga untuk mbah Sakiman dan Paijo ya", kata Titah.
"Sekalian dengan kalian juga, kalian juga pesan apa yang kalian suka untuk kalian bawa pulang ya", sambung Irfandi.
"Oke abi, ami", kata Zidan dan Citra.
"Mi", kata Irfandi.
"Hemmmm", sambung Titah.
"Chatting dengan siapa sih, senyam senyum seperti itu ?", tanya Irfandi.
"Dengan si kasep, abi", jawab Titah.
"Haaaa si kasep, pasti orang yang dia tunggu selama delapan belas tahun itu, Kamil, pasti itu", kata Irfandi di dalam hati yang mulai cemburu.
"Bi mukanya jangan ditekuk gitu dong, jelek tahu hehe", sambung Titah.
"Habisnya ami chattingan karo laki-laki liya, ami kan wis nduwe abi, memangnya abi kurang apa ta mi, hemmmm ?"
(Habisnya ami chattingan dengan laki-laki lain, ami kan sudah punya abi, memangnya abi kurang apa sih mi, hemmmm ?), tanya Irfandi lagi.
"Abi ora ana kurange kok, neng ati ami mung abi seorang"
(Abi tidak ada kurangnya kok, di hati ami hanya abi seorang), jawab Titah lagi.
"Terus si kasep itu siapa mi ?", tanya Irfandi lagi.
"Si kasep itu Rangga, abi, sepupuku", jawab Titah lagi.
"Anaknya om Agus ya mi ?", tanya Irfandi lagi.
"Iya abi, anaknya lik Agus", jawab Titah lagi.
"Oh ya ya..!!", seru Irfandi.
"Ami, abi, yuk", kata Citra.
"Sudah pesan nih lihat banyak dong, hehe..", sambung Zidan.
"Oke..!!", seru Irfandi lagi.
"Abi yang bayar ya ke kasir, hehe", kata Titah.
"Oke ami, istriku sayang", sambung Irfandi.
"Yuk anak-anak kita tunggu di lobby", kata Titah.
"Yuk ami", sambung Citra dan Zidan.
Di rumah sakit,
Di ruang inap Annisa..
"Sayang, kamu tidak apa kan, bagaimana dengan anak kita sayang ?", tanya Andi yang panik.
"Andi biar saya jelaskan saja ya, emmmm biarkan istrimu istirahat dan kita bicarakan diluar, Annisa istirahat ya", kata Sinta.
"Iya..", sambung Andi dan Annisa.
Di depan rumah sakit..
"Ami masuk ya, kalian berdua jangan nakal ya, oh ya kalau ada pr langsung dikerjain jangan nunggu besok ya, ami takut kalian lupa ngerjain", kata Titah.
"Iya ami", sambung Zidan dan Citra.
"Assalamu'alaikum ami", Irfandi, Citra dan Zidan memberikan salam pada Titah.
"Wa'alaikumussalam sayang ami", Titah menjawab salam dari Irfandi, Citra, fan Zidan.
Di ruangan Titah..
"Saya habis isya pulang, besok pagi-pagi buta sudah harus berangkat lagi ke rumah sakit untuk lembur", kata Titah.
Di rumah Irfandi,
Di ruang keluarga..
"Ami mana, belum pulang ?", tanya Winda.
"Belum tante, mungkin sebentar lagi", jawab Zidan.
"Oh..!!", seru Winda.
"Assalamu'alaikum om, tante", Irfandi memberikan salam pada paklik Agus dan bulik Lina.
"Wa'alaikumussalam", paklik Agus dan bulik Lina menjawab salam dari Irfandi.
"Anak-anak pindah ke ruang tv saja gih, bisa santai juga, dan Zidan", kata Irfandi.
"Iya abi, kenapa ?", tanya Zidan.
"Ajak ke ruang tv gih, om dan tantenya", jawab Irfandi.
"Iya abi, yuk om, tante", kata Zidan.
"Iya..", sambung Winda, Farid, Naufal, dan Rangga.
"Cit, ikut juga gih sana", kata Irfandi lagi.
"Iya abi", sambung Citra.
"Loh kamu gak kerja ?", tanya paklik Agus.
"Baru pulang om", jawab Irfandi.
"Oh..!!", seru paklik Agus.
"Permisi, ini minum dan cemilannya", kata Paijo.
"Ini antar ke ruang tv ya jo, untuk anak-anak", sambung bulik Lina.
"Nggih, amit"
(Ya, permisi), kata Paijo lagi.
"Iya", sambung paklik Agus, bulik Lina, dan Irfandi.
Di depan rumah Irfandi..
"Benar tidak ya ini rumahnya Irfandi, itu ada satpam coba saya tanya saja deh, permisi pak", kata Arfan.
"Iya, ada yang bisa saya bantu ?", tanya Ujang.
"Saya ingin bertanya apa benar ini rumahnya pak Irfandi ?", tanya Arfan.
"Iya benar, maaf apa keperluan bapak mencari pak Irfandi, pak Irfandi sedang menerima tamu juga, kalau ingin bertemu dengan pak Irfandi silahkan tunggu saja disini", jawab Ujang.
"Ini pak, kembaliannya ambil saja, iya sama-sama, loh itu kan mas Arfan", kata Titah.
"Kalau tidak begini saja, boleh saya meminta KTP nya", kata Ujang.
"Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Ujang dan Arfan.
"Wa'alaikumussalam", Arfan dan Ujang menjawab salam dari Titah.
"Loh mas Arfan", kata Titah lagi.
"Iya tah, ini pak KTP nya", sambung Arfan.
"Loh jang, KTP untuk apa, ini kakak ipar saya, kakaknya suamiku, kembalikan KTP nya, yuk mas masuk, buka gerbangnya, jaga yang benar ya awas jangan kebablasan tidur", kata Titah lagi.
"Maaf bu, saya tidak tahu kalau bapak ini adalah kakaknya pak Irfandi, silahkan pak, bu, dan siap laksanakan", sambung Ujang.
"Hmmmmm!!", seru Titah.
"Tunggu tah, ini barangnya mas Arfan", kata Arfan.
"Tidak perlu mas, nanti biar satpam rumah saja yang bawakan, jang, masukin ke dalam ya, langsung ke ruang keluarga, setelah tutup gerbangnya", kata Titah lagi.
"Laksanakan bu", sambung Ujang lagi.