RAMBUT AKAR YANG BERSARANG

1903 Words
Suatu hari ketika Haru melewati sebuah bukit, dan dari ketinggian bukit itu Haru melihat pemandangan yang sangat indah. “Hoah… Hebat, benar-benar indah pemandangannya,” ungkap Haru ketika melihat pemandangan itu.   Di sana juga terlihat sebuah desa kecil dari kejauhan, Haru tertarik untuk kedesa itu. Lalu ia mulai pergi dari atas bukit, dan turun menuju desa. Jalan kedesa itu lumayan cukup jauh, butuh sekitar satu jam setengah Haru berjalan sampai ke desa itu.   Sampai di desa itu Haru terlihat sudah capek untuk berjalan. Haru memutuskan mencari warung, untuk beristirahat dan membeli makanan.   Haru menemukan warung dan disana ia memesan beberapa makanan. Di saat Haru sedang makan terlihat seorang pria berwajah pucat dan berambut panjang seperti rambut wanita, yang sedang berjalan di depan warung tempat Haru makan. Tiba-tiba pria itu terjatuh di depan warung, seketika para warga mengerumuni pria itu.   “Mmm…!” Haru menoleh kearah pria itu.   Haru yang melihat itu menjadi penasaran ia coba mendekati kerumunan itu. Karena terlalu banyak  warga di lokasi itu, membuat Haru sulit mendekat jadi dia mencoba bertanya kepada seorang pria yang kebetulan juga berada di sana.   “Maaf, aku ingin bertanya! Apa sebenarnya yang terjadi?” tanya Haru kepada seorang pria disana.   “Ooh… kau pasti orang asing,” balas pria itu.   “Ya!” jawab Haru.   Lalu pria itu mulai menjelaskan sesuatu kepada Haru. “Sebenarnya, sudah sering beberapa kejadian seperti ini, terjadi di desa ini. Orang-orang sering sakit dengan rambut mereka sangat lebat dan panjang. Ini dimulai dari suatu hari ada seorang wanita yang nekat memotong seluruh rambutnya karena ketakutan akan rambutnya sendiri, yang setiap hari memanjang. Jadi dia memutuskan untuk memotongnya, tetapi setelah dia memotong rambutnya tidak perlu menunggu waktu lama rambutnya tumbuh kembali dengan lebat, seperti semula. Hingga dia lelah untuk memotong rambutnya. Kemudian rambutnya memanjang setiap harinya dan akhirnya meninggal wanita itu meninggal dengan tubuh yang kurus.   “Jadi para penduduk banyak yang ketakutan jika mereka memanjangkan rambut mereka juga akan terkena penyakit seperti itu. Akhirnya kebanyakan para penduduk, memotong rambut hingga botak supaya mereka tidak terkena seperti itu, tetapi tetap saja mereka bisa terkena penyakit yang sama, meskipun rambut mereka di potong habis.”   “Apakah sebelum meninggal semua orang itu mengalami gejala yang sama?” tanya Haru.   “Ya, tetapi anehnya setelah mereka meninggal rambut mereka mulai rontok hingga tidak meninggalkan sisa satupun.” jawab pria itu.   “Hmm… begitu rupanya, terimakasih atas informasinya.” ucap Haru lalu pergi meninggalkan tempat itu.   “Ya sama-sama.” Jawab pria itu lagi.   Sementara itu pria yang tergeletak tadi telah dibawa oleh warga kembali ke rumahnya.   Sore harinya Haru mencoba mendatangi rumah pria itu, dia berharap dia bisa membantunya.   ‘Tok… Tok…’ suara Haru mengetuk pintu, lalu pintu di bukakan oleh istri dari pria itu.   “Maaf mengganggu aku Haru seorang Dokter Alam, aku dengar ada seorang pria yang  sakit di sini!” tanya Haru kepada istri pria itu.   “Oh kau seorang Dokter, kalau begitu masuklah! karena memang benar suami ku sedang terkena penyakit aneh.” Wanita itu menjawab dan langsung menyuruh Haru masuk kerumahnya.   Haru mengangguk dan mulai masuk kedalam rumahnya. Dia langsung di bawa menemui pria yang jatuh pingsan tadi. Haru melihat pria itu terbaring dengan keadaan yang lemah,   Pria itu menatap Haru dan berkata, “Siapa kau?”   “Aku Haru seorang Dokter Alam, bisa kau beritahu sejak kapan kau mengalami penyakit ini?” jawab Haru.   “Entah lah aku juga tidak tau kenapa aku seperti ini tiba-tiba rambut ku menjadi lebat dan sangat panjang,” ucap pria itu dengan suara rendah.   “Boleh kah aku memeriksa rambut mu itu?” tanya Haru kepada pria itu.   “Memeriksa? Boleh tapi buat apa?” tanya balik pria itu.   “Karena aku ingin menemukan sumber masalah ini,” jawab Haru.   Pria itu menjawab sambil menangguk. “Baiklah.”   Haru kemudian pengambil kaca pembesar dan memeriksa rambut pria yang panjang dan lebat itu. Dia menemukan hal aneh di tengah kepala pria itu. Terlihat rambut kecil yang berbeda dari rambut lainnya.   “Sudah kuduga,” kata Haru sambil mengamati rambut kecil itu.   “Oh apakah kau sudah menemukan dari mana penyebab rambut panjang ku ini?” tanya pria itu dengan wajah penasaran.   Reaksi pria itu sangat berlebihan membuat Haru sedikit kaget.   Lalu Haru menjawab, “Ya, penyebab rambut mu menjadi seperti ini adalah Toten Wood Nue.”   “Huh…” Suara pria itu dengan heran.   Haru kembali berkata, “Mahluk ini berukuran kecil dan sering menjadi parasit, bagi mahluk yang memiliki bulu atau rambut. Biasanya mereka akan menyelinap kedalam rambut, dan menusukan tubuhnya ke inang lalu memanipulasi rambut atau bulu inangnya dengan cara mengambil alih saraf rambut. Lalu mereka mengambil alih fungsi rambut sehingga rambut terus tumbuh panjang. Toten Wood Nue tampak seperti rambut biasa, ketika sudah masuk kedalam tubuh inangnya. Dia tidak akan hilang  dicukur ataupun di gunting, selama dia masih menancap dalam kulit inangnya. Cara Toten Wood Nue berada di tubuh mahluk hidup biasanya melalui angin, karena tubuh mereka yang ringan seperti rambut kecil. Karena sering terhembus angin akhirnya mereka bisa berada di tubuh manusia.”   Pria itu sedikit kaget dengan kata-kata Haru.   “Apakah ada cara untuk menghilangkan mahluk ini?” ucap pria itu. Dengan wajah serius sambil menangkat tanganya Haru Berkata, “Cuma ada satu cara, untuk menghilangkannya. Toten Wood Nue harus di cabut paksa, tentu saja ini akan menimbulkan rasa sakit yang teramat pedih bagi si inangnya.”     Pria itu meneguk air ludahnya karena mendengar penjelasan Haru.   “Bagaimana?  Apakah kau mau?” tanya Haru dengan wajah serius.   Pria itu masih menatap Haru dengan perasaan takut dan tubuhnya gemetaran, karena membayangkan rasa sakit jika mahluk itu di cabut dari kepalanya. Di satu sisi istri dan anaknya menunjukan wajah sedih dan cemas.   Pria itu berfikir dan berkata dalam hatinya. “Jika aku terus sakit begini bagaimana nasib keluarga ku.”   Lalu pria itu berkata kepada Haru, “Baiklah kalau begitu. Tapi usahakan tolong pelan-pelan mencabutnya, ya.”   “Akan kuusahakan,” jawab Haru.   Demi keluarganya, pria itu berani untuk di cabut rambutnya meskipun resikonya adalah rasa sakit yang tak bisa di bayangkan.   Haru mulai menyiapkan peralatan yang harus dia gunakan,  setelah menyiapkan perlatan pria itu agak sedikit heran melihat alat-alat yang Haru keluarkan.   “Itu apa”.   Pria itu menunjuk kearah salah satu alat milik Haru berbentuk pencabut.   “Ooh… ini adalah pencabut khusus yang akan kugunakan untuk mencabut rambut di kepala mu,” jelas Haru kepada pria itu.   Pria itu kembali meneguk air ludahnya karena semakin dia melihat Haru bersiap-siap dia semakin ketakutan.   Setelah itu Haru Berkata “Kalau begitu tundukanlah kepala mu, biar aku mulai mencabut parasit itu dari kepalamu.”   Pria itu menuruti perkataan Haru, dengan wajah gelisah. Dia menundukan kepalanya dan memejamkan matanya. Haru mulai memeriksa rambut pria itu, dia agak sedikit kesulitan menemukan posisi Toten Wood Nue karena terhalang rambut-rambut panjang. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya dia menemukan rambut yang dia maksud. Haru mulai menggunakan pencabut khusus yang dia siapkan tadi, dan mulai menjepit  Toten Wood Nue. Haru mulai menarik parasit rambut itu. Rasa sakit yang ditimbulkan ketika rambut itu mau di cabut membuat pria itu menjerit.   “EARGGHHHHH…”   “Kau harus menahannyam,” ucap Haru sambil menarik Toten Wood Nue.   Setelah Haru berusaha cukup keras untuk mencabut Toten Wood Nue tetapi Toten Wood Nue masih tidak bisa di cabut. ketika Haru mencoba mencabutnya hanya sebagian kecil tubuh dari Toten Wood Nue yang berhasil keluar, lalu masuk lagi kedalam tubuh pria itu.   Karena terlalu sulit Haru memutuskan untuk menundanya, dan terlihat pria itu juga sudah kewalahan untuk menahan rasa sakit akibat usaha Haru yang mau mencabut Toten Wood Nue dari kepalanya. Haru merenung sejenak untuk berfikir, lalu mencari sesuatu yang mungkin ada di dalam tasnya dia menyimpan sebuah obat atau ramuan yang bisa membantunya dalam mencabut Toten Wood Nue.   Di dalam tasnya Haru menemukan ramuan ekstrak Caleleva, yang terbuat dari serangga yang memiliki sengatan pelumpuh yang cukup kuat. Jika racun Caleleva di ekstrak dengan hati-hati, racunya bisa di gunakan untuk pelumpuh baik hewan maupun manusia, dalam hal pengobatan seperti operasi atau melumpuhkan mahluk hidup ekstrak ini bisa sangat berguna tetapi dalam dosis yang sesuai.   Dia mengambil ramuan itu dari dalam tasnya, dan membawanya kehadapan pria tadi yang terkena parasit Toten Wood Nue. Melihat Haru membawa ramuan itu. Pria itu menjadi penasaran dengan ramuan yang dibawa Haru.   “Apa itu?” tanya pria itu sambil menatap ramuan Haru.   “Ini adalah ramuan pelumpuh. Kita membutuhkan ini untuk mencabut Toten Wood Nue yang ada di kepala mu itu,” jelas Haru kepada pria itu.   Pria itu agak sedikit syok mendengar itu.   “Kau tidak akan membunuhku kan?” tanya pria itu lagi dengan wajah ketakutan.   “Tentu saja tidak. Sudah jangan banyak tanya, cepat menunduk seperti tadi!” ucap Haru dengan nada yang serius.   Pria itu lalu menunduk lagi. Kali ini Haru meneteskan ekstrak Caleleva ke Toten Wood Nue, setelah di teteskan ramuan itu Toten Wood Nue menggerakan tubuhnya itu pertanda bahwa obat bereakasi, tetapi itu juga berdampak pada pria itu, dia merasa nyeri dan sakit.   “EEEARRRGHHH” teriak pria itu sekali lagi.   “Bertahanlah.” Haru coba menenangkan pria itu.   Haru segera mencabut Toten Wood Nue dari kepala pria itu. perlahan tapi pasti Toten Wood Nue itu berhasil tercabut. Pria itu merasakan sakit yang luar biasa saat Toten Wood Nue itu di cabu. Haru langsung memasukan Toten Wood Nue yang di cabutnya itu ke dalam toples kecil, dan mengurungnya di sana.   Kemudian setelah Toten Wood Nue di cabut, kepala pria itu mengeluarkan darah yang cukup banyak, Haru yang melihat itu mengambil obat dan kain. Lalu dia mengoleskan obat itu di atas kepalanya dan ditutup dengan kain untuk menghentikan pendarahan di kepala pria itu.   Pria itu mulai merasa lemas dan pusing,   “Sebaiknya kau istirahat!” Haru menyuruhnya untuk tidur dan istirahat,   Pria menuruti perkataan Haru, lalu dia berbaring kembali diatas kasurnya. Perlahan pria itu mulai tertidur.   Setelah pria itu tidur, istrinya berkata, “ Tuan... Apakah Suami ku tidak apa-apa?”   “Ya tidak apa-apa, biarkan dia beristirahat dulu. Dia pasti sangat kelelahan karena Toten Wood Nue sudah menjadikan dirinya sebagai inang dalam waktu cukup lama, sehinnga dia menjadi lemas ketika mahluk itu di cabut dari kepalanya. Beberapa hari lagi dia akan kembali pulih, dan jangan lupa berikan obat ini untuk membantu penyembuhannya,” kata Haru sambil memberikan obat kepada istri pria itu.   “Terimakasih banyak Tuan, apa yang harus kami lakukan untuk membalas kebaikan mu,” ucap istri pria itu dengan menundukan kepalanya.   “Kau tidak perlu repot-repot dengan ini aku sudah cukup puas.” Haru berkata sambil menatap kurungan kecil yang telah di isi Toten Wood Nue.   Alasan Haru mengambil Toten Wood Nue untuk dia jadikan sebagai koleksi, atau akan dia jual dan akan dia juga mencari tau apakah Toten Wood Nue memiliki manfaat bagi mahluk hidup.   Setelah Haru membereskan perlengkapannya, dia berkata, “Baiklah kalau begitu aku akan pergi!”   “Hah kau sudah mau pergi Tuan?” tanya istri pria itu dengan wajah yang sedikit kaget.   “Ya, Karena aku masih ada urusan,” jawab Haru.   Setelah itu Haru berpamitan dan ia mulai melanjutkan perjalannya kearah utara.   Keadaan pria itu mulai membaik setelah Toten Wood Nue dicabut dari kepalanya, hingga beberapa hari kemudian dia bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.   Mereka tampak sama seperti mahluk hidup lainnya tetapi, mereka memiliki cara hidup yang berbeda dari mahluk hidup lainnya.   Setiap detiknya kehidupan memiliki berbagai sisi yang sulit untuk di jelaskan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD