3. Fotografer is my Ex-Lover

1463 Words
Lelah tapi merasa jenuh juga jika hanya di kamar hotel, Noumi memutuskan untuk keluar jalan jalan menikmati indahnya kota Kute Bali. Bukan taman atau pun wisata, Noumi memilih bar yang tidak begitu terkenal. Pengunjungnya hanya turis domestik, dan yang pasti minumannya dengan kadar alkohol rendah. Asap rokok dan bau alkohol menjadi pengharum ruangan di bar itu, dentuman suara musik DJ sebagai pengiringnya. Tidak ketinggalan juga para wanita penghibur yang setia menemani para tamu, menjual cinta satu malam hanya untuk memperoleh pundi pundi rupiah. Ia membuang nafasnya dengan kasar, mensyukuri jalan takdirnya yang tidak seperti mereka. Sepintas bayangan masa lalunya kembali menari nari di dalam pikirannya. Di angkat lagi gelas cantik yang berisi minuman berwarna coklat ke merahan. Sekali teguk habis sudah. Matanya menelusuri setiap orang dalam bar, sosok mata tajam sedang menatapnya. Dia tidak mabuk tapi bayangan itu nyata. Mulut Noumi terngah-ngah melihat siapa pria itu. " sialll." Noumi segera berdiri menyambar tas dan juga kunci mobilnya dengan langkah tergesah gesah ia meninggal bar yang masih asyik ia nikmati. Saat ia akan membuka pintu mobil, tiba tiba ada tangan yang menahan dari belakang tubuhnya. " selamat malam Noumi Manohara." dengan senyum devilnya pria itu menyapa Noumi. Sekuat tenaga Noumi menyingkirkan tangan itu tanpa kata. " apa kabar lama tidak jumpa." sapaan dari pria itu lagi. " singkirkan tanganmu atau aku akan berteriak." ancam Noomi yang sedikit ketakutan. Pria itu juga memasang wajah takut, " waow aku takut." seketika wajah sok ketakutan tadi berubah menjadi wajah devil yang membuat buku kuduk Noumi berdiri semua. " ini pertemuan pertama kita setelah sekian lama kita tidak bertemu sayang, Dan akan aku pastikan setelah ini Kita akan sering bertemu." dengan PDnya pria itu berucap " mimpi saja." Noumi segera menutup pintu mobilnya. Pria itu melambaikan tangan ketika mobil yang di kendarai Noumi berjalan menjauh darinya. Tidak habis pikir, kenapa ia bertemu dengan salah satu orang dari masa lalunya di sana padahal baru saja ia membayangkan masa lalunya beberapa detik sebelum pandangan mereka saling bertemu. Mata Noumi tidak hentinya melihat kebelakang takut kalau ia sampai di ikuti sampai hotel. " sialll gue..." kesalnya membanting tubuhnya di atas ranjang. ======= Baru bangun belum sempat sikat gigi ataupun cuci muka, Noumi sudah mendapat kabar dari salah satu menergemen kalau fotografer mereka mengalami kecelakaan dan tidak bisa datang. " pokoknya kalian harus cari fotografer sekarang juga dan harus dapat sebelum memulai pemotretan." Kesal Noumi membanting ponselnya ke atas sofa. Ini adalah pemotretan terpenting baginya karena ini akan menentukan produknya akan berhasil di ekspor atau tidak. Fotografer andalannya kecelakaan, dan manager dari Paris akan datang untuk melihat pemotretannya. Kalau sampai ia gagal mencari Fotografer terbaik bisa bisa gagal kontrak mereka dan uang hasil kontak akan lenyap bagai mimpi di siang bolong. Ia mengacak acak rambutnya frustasi campur bingung bagaimana ini, waktu tinggal sejam lagi. Mau mandi juga nanggung kalau gini, ia tidak akan fokus walau hanya untuk sikat gigi saja kalau belum sampai mendapatkan fotografer pengganti. Mau keluar tanpa sikat gigi akan mengurangi ke PDan-nya, akhirnya ia hanya sikat gigi dan cuci muka tanpa polesan make up ia keluar menuju tempat pemotretan. Bahkan ia sampai lupa kalau hanya memakai sandal japit marek Swuallow yang berwarna biru. Tidak sedikit orang menahan senyum dalam ruangan ganti model melihat styel yang di gunakan bos mereka. Dari atas sampai baju sih ok perfect tapi alas kakinya. Noumi memantulkan dirinya di depan cermin, melihat apa yang aneh dari dirinya padahal dia selalu mereka perfect di setiap waktu walaupun jarang mandi. Dan akhirnya dia sadar alas kakinya. " kalau mau tertawa, tertawa saja gak usah di tahan. Ini gaya baru, belum tau saja kan Sehun dari Bali ke airport aja pakek sendal begini." Elak Noumi salah tingkah Salah satu staf berlari padanya, " Bu saya sudah menemukan Fotografer terbaik di Bali sini semoga cocok dengan kemauan Bu Noumi." ucap staf tadi " mana orangnya, kita coba saja dulu." " saya panggil dulu Bu " staf tadi keluar dari ruang ganti. Noumi masih berdiri menatap pintu berharap terbaik dengan fotografer pilihan salah satu stafnya. Mata Noumi membulat terkunci seketika, kenapa dunia ini sempit sekali, eh Kota ini bukan negara, kalau negara terlalu luas nantinya. Diam mematung, matanya masih belum beralih. " selamat pagi Nona Noumi Manohara." Sapa pria fotografer itu mengarahkan tangannya untuk di sambut Noumi. Fotografer itu menjentikkan jarinya, " selamat pagi Bu Noumi, kita bertemu lagi." Noumi yang tersadar, " pa- pagi." balasnya dengan gugup. " akhirnya doa saya di kabulkan juga sama Tuhan." ucap fotografer itu. Bagaimana bisa ia bertemu dengan pria semalam lagi, kesialan apa yang menimpa dirinya. Mau menolak tapi waktu sudah mengharuskan mereka segera ke lokasi pemotretan, akhirnya Noumi dengan berat hati menerima pria itu. Pemotretan berjalan dengan lancar dan manager dari Paris sangat puas dengan hasil kerjanya. " Baiklah Bu Noumi Minggu depan saya akan datang ke perusahaan anda untuk melakukan tanda tangan kontrak." " saya tunggu pak dan terima kasih." mereka saling berjabat tangan. Noumi pun lega akhirnya berhasil juga kerja kerasnya, ia tersenyum senang menyandarkan tubuhnya di badan kursi. Namun ia melupakan siapa yang menjadi fotografernya, saat ia ingat ia segera bangun dari duduknya. " mau kemana Bu Noumi." suara pria dari belakangnya. Noumi berusaha tenang menguasai keadaan, " pertama saya ucapkan terima kasih untuk anda dan gaji anda akan di transfer oleh staf saya nanti " Noumi meninggalkan pria fotografer yang sudah menolongnya. Seandainya pria itu bukan dari masa lalunya mungkin dengan senang hati ia akan mengajak makan sebagai ucapan terima kasih. ======= Pagi ini Manda yang sedang bingung menghubungi Noumi yang tak menjawab telponnya sama sekali bahkan pesannya juga tidak di buka. Semalam saat Manda akan tidur bersama kuncing sultan yang di temukan temannya kemarin, ia melihat Vidio kumpulan para pembisnis se-Indonesia raya. Ia tidak sengaja memutar video sultan Indonesia, yang sedang mencari kucingnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Indah Ahmad Rosyid ibu dari Bayu Ahmad Rosyid pembisnis yang baru saja menawarkan kerjasama dengan perusahaannya. Ia harus segera mengabari atasan sekaligus sahabatnya itu, bahwa kucing sultan yang ia temukan itu adalah Mery kucing Indah yang viral di dunia maya. Sampai siang Manda belum juga mendapat kabar dari Noumi padahal salah satu staf yang di sana sudah memberi tahu padanya bahwa pemotretan sudah selesai beberapa jam yang lalu. Dimana keberadaan Noumi, Orang yang mereka cari sedang melakukan penerbangan, ia buru buru meninggal kota turis itu untuk menghindari sang fotografer di masa lalunya. Sampai di Jakarta sudah sore, Noumi memilih langsung pulang dari pada ke kantor dulu, ia lelah. Tidak hanya di tubuh tapi di fikiran bagaimana bisa ia bertemu mantan ke kasihnya saat SMA dulu. Dengan susah paya ia merubah dirinya menjadi seperti sekarang tapi mantan kekasihnya itu masih mengenalnya bahkan mereka bertemu dua kali. Takdir atau hanya suatu kebetulan saja, entahlah itu kuasa Tuhan. Ia mati matian mengubur masa lalunya yang begitu pahit jika harus di kenang. Dari merubah wajahnya, sampai merubah gaya hidupnya. Tidak semua orang melakukan operasi plastik jika ingin cantik, Noumi memiliki memahat beberapa bagian wajahnya agar terlihat sempurna dan berbeda dari sebelumnya saja. Masalah gaya hidup, awalnya Noumi hanya sebagai pelarian saja yang berujung menjadi kebiasaan. Minuman yang beralkhohol menjadi pelariannya saat itu, menjadi perokok aktif juga ia lakukan meskipun jarang. Sampai rumah ia tidak langsung masuk kamar, ia mencari Mak Asih dulu. Kini Noumi tidur beralaskan paha Mak Asih, dan Mak Asih membelai rambut Noumi dengan lembut. Tidak ada orang tau masa lalu Noumi, tapi dengan Mak Asih Noumi berani bercerita. " Masa lalu tidak perlu di hindari Neng, semua harus kita hadapi jika belum selesai. Kalau Neng lari seperti ini, itu akan semakin mengorek luka lama yang mati matian Neng tutupi." tutur Mak Asih dengan lembut " tapi Mimi belum siap Mak, jika masa lalu Noumi kembali lagi di saat Noumi belum menjadi orang sukses." " Emang Neng bisa bernegosiasi dengan Tuhan ?." Noumi menggeleng " Nah itu sudah jawabannya. Tetap kuat seperti Noumi yang Mak kenal." Mak Asih kembali memberikan semangat untuknya. Usai Noumi mandi ia mencari kucing Sultan di kandangnya. " eh cing.. loe tau gak gue abis ketemu mantan gue dulu." sok sok-an Noumi curhat padahal tuh kucing jawabannya cuma meang meong doang. Noumi sadar sedari tadi ia curhat sepertinya itu kucing gak ada gairah gairahnya sama sekali buat menjawab. Kepalanya terus saja bersandar pada spon mini yang ia berikan sebagai fasilitas kucing itu untuk tidur. Makannya masih utuh dan susunya juga belum di minum pada baunya sudah basi sepertinya s**u itu di buat tadi pagi. Noumi membuka pintu kandang, dan benar saja badannya lemas sekali. Noumi segera mencari kunci mobilnya, menggendong kucing itu untuk di periksakan ke dokter hewan. " Kucing manis, kucing cantik jangan sakit ya... sebelum bertemu dengan majikan loe, gue gak mau ya nanti di kira pembunuhan kalau loe sakit dan metong di rumah gue." ucap Noumi membelai lembut kepala kucing putih itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD