4. Merry Come Home

1531 Words
Mario duduk santai dengan Indah di sofa ruang tengah. Selain menjadi asisten Bayu, Mario sudah di anggap Indah seperti anaknya sendiri. Ibu Mario adalah saudara kembar Indah, yang telah meninggal saat melahirkan adik Mario yaitu Maria yang sudah menikah ikut bersama suaminya di Jepang. Ayah Mario adalah orang kepercayaan Farhad ayah dari Bayu yang mengalami kecelakaan bersama Ayahnya Bayu. Semenjak itu Mario menjadi keluarga Ahmad Rosyid. Bayu dan Mario di besarkan bersama, jadi tidak ada canggung atau sungkan di antara keduanya, umur mereka sama dan sama sama masih betah melajang sedangkan Maria sudah memiliki satu putra dan akan sekarang sedang hamil muda anak keduanya. Indah menutup majalahnya dengan kasar, dan membantingnya di atas meja. " apa dia berusaha kabur untuk menghindari perjodohan ini." tanya Indah dengan kesal. " Sudahlah Bu, apa ibu tidak capek mencarikan jodoh untuk Bayu. Sesekali carikanlah jodoh untukku." Indah menatap Mario dengan tajam " ckh... kamu ini sama saja dengan Bayu, di Carikan juga tidak mau. Kamu ingat wanita yang kamu anggurkan di cafe Sabrina waktu itu. Masih mau ibu jodohkan lagi." Indah ingat beberapa bulan yang lalu Mario akan di jodohkan dengan wanita yang punya kedai cafe tapi Mario tidak datang dengan alasan pekerjaan. " yang itu jangan salahkan aku Bu, salahkan Bayu yang tiba tiba memberikan aku pekerjaan." Entah itu alasan benar atau tidak hanya Bayu dan Mario yang tau. " sekali lagi kalau ibu Carikan kamu jodoh tapi kamu gak mau awas saja, ibu doakan kamu melajang seumur hidup." gertaknya yang jujur saja sebenarnya dia juga tidak mau kalau anak anaknya tidak menikah menikah sedangkan umurnya sudah tua ke inginkan untuk menimang cucu di hari tua belum juga terlaksana. " ibu hanya ingin memastikan apa anak anak ibu ini normal atau tidak." nadanya seperti mengejek dan meninggalkan Mario yang terpaku mendengar kata normal atau tidak. " Mario normal Bu, tapi tau kalau Bayu." teriaknya. " kamu sangat normal kan, wanita mana yang tidak ketagihan denganmu." Mario bermonolog dengan senjatanya yang terbungkus rapi berlapis lapis. Di rumah Manda menunggu Noumi yang tak kunjung pulang, kata Mak Asih tadi Noumi keluar bersama kucing barunya. Sejam Sudah Manda menunggu dan yang di tunggu akhirnya datang juga. " Miii, gila ya gue nunggu loe dari tadi tau." seru Manda saat melihat Noumi baru masuk dalam rumah. " nih kucing sakit Man, kasihan tau lemes badannya kata dokter di lagi demam. Mungkin dia lagi pusing mikirin bagaimana caranya pulang. Andai..." " kita antar pulang sekarang itu kuncing " Belum juga Noumi selesai ngomong udah di sabet aja sama Manda. " emang loe tau siapa pemiliknya dan dimana rumahnya." Noumi tanya dengan pemasaran Sedangkan Manda malah main ponsel seperti sedang mencari sesuatu, setelan itu Manda menunjukkan sebuah video berita pada Naoumi. Mulut Noumi mengngah-ngah tidak percaya, ini kucing siapa setelah melihat video itu. Tangannya menutup mulutnya. " pantesan ini kucing kayak kucing Sultan." Noumi menggeleng kepalanya " bentar bentar Man, gue kayak pernah lihat ini ibu ibu deh." Noumi mencoba berfikir dimana bertemu dengan wanita itu " Emang loe pernah gitu ketemu sama bu Indah Ahmad Rosyid, loe ketemu anaknya saja baru sekali." " gue ingat Man, ini ibu ibu yang melaporkan kehilangan anaknya di kantor polisi pas gue pulang dari club' Madam Melinda." mata Noumi menatap kucing yang masih dalam gendongannya. " Jadi nama kamu Mery, dan kamu keluarga Ahmad Rosyid." Dan sedetik kemudian Noumi sadar akan cantuman video baru saja " Dan artinya gue yang nemuin, gue yang bakalan di jodohkan sama si Bayi Ahmad Rosyid itu." Manda mengangguk " Big.. No. Loe aja yang antar nih kucing ke rumahnya. Ogah gue di jodohkan dengan pria model begituan." Noumi masih ingat bagaimana pandangan m***m pria yang 2 hari kemarin bertemu dengannya saat meeting kerja sama dengannya. " yakin loe Mii, pria Serampang Bayu loe gak mau." goda Manda yang sebenarnya akan mendapatkan keberuntungan jika bos sekaligus sahabatnya ini benar benar tidak mau. " ogah gue, nih loh antar pulang sono." Noumi menyerahkan kucing dari gendongannya ke gendongan Manda. " ok, gue antar sekarang." Manda benar benar pergi dengan girang. Sementara itu di sebuah apartemen mewah, Mario duduk berhadapan dengan Bayu. Sebenarnya Bayu tidak ada bisnis di luar Negeri itu hanya alasannya saja, ia sedang asyik bersama wanitanya di apartemen khusus dimana Bayu dan Mario membawa wanita sewaannya ataupun wanita yang ia kencani secara singkat. Disebut kenacan singkat karena paling lama mereka mengencani wanita hanya sebulan setelah itu mereka lepaskan dan mereka buang begitu saja. " bagaimana sudah mendapatkan informasi dari data Noumi Manohara kan." tanya Bayu " Wanita itu sangat misterius Bay, loe tau data yang di dapatkan dari anak buahku hanya dari sekarang sampai 5 tahun yang lalu, saat ia baru pulang dari Paris menyelesaikan kuliah désainernya. Bahkan informasi selama dia di Paris tidak ada kejelasan sama sekali." jelas Mario. Kemarin Bayu menyuruh Mario untuk mencari informasi tentang Noumi. Rasa penasaran dari pertama kali melihatnya membuat Bayu ingin mendapatkan Noumi dari segi kelakiannya. " libido gue naik Rio saat melihatnya saja." Bayu kembali membayangkan kemolekan dan kekukan tubuh Noumi. Sebulan yang lalu saat Bayu menghadiri acara launching di sebuah gedung salah satu pembisnis di kota ini, ia tidak sengaja melihat wanita cantik bak Dewi Quan-in dari langit parasnya yang cantik, body aduhai bak gitar spanyol, dengan belahan d**a yang hampir saja terlihat isinya dan b****g sinyal sangat menggemaskan saat di remas dari belakang. Sejak saat itu, Bayu mencari informasi tentang siapa wanita itu. Noumi Manohara, 27 tahun perancang busana seksi, khusus pakaian dalam pria dan wanita. Tidak heran jika penampilannya sevulgar itu di acara resmi seperti ini. Bayu berusaha masuk dalam kehidupan Noumi dengan cara ingin mengajak kerjasama, karena yang Bayu dengar seorang Noumi sangat sulit di taklukan oleh ciptaan Tuhan yang di sebut pria padahal Noumi sangat gemar keluar masuk di dunia malam tapi tidak satu pun pria yang bisa mendapatkannya. Bahkan seorang Alexander Smirt sang penguasa Eropa pun tidak bisa mendapatkannya walau hanya satu malam saja. " loe tertarik hanya di atas ranjang kan ? gue yang pernah bertemu dengannya di kantor polisi saja pengen seret dia ke hotel depan Polres." Mario juga membayangkan saat bertemu dengan Noumi malam itu " loe ketemu di mana tadi ?." Bayu memastikan bahwa pendengarannya masih sempurna " Di Polres saat due jemput ibu, waktu ibu melaporkan kehilangan Mery." " dia bagian gue Rio, loe boleh ambil yang lain." " ogah gue sisa dari loe. Gue juga bisa cari sendiri." Memang selama ini mereka tidak pernah memakai wanita yang sudah di pakai salah satu dari mereka. Entah apa perjanjian mereka dulu. Drttt.... Drttt Ponsel Mario bergetar ada nama Ibu di layar. " loe yang bermasalah, gue yang harus di kejar sama ibu." keluh Mario " angkat aja dari pada ibu mengamuk lagi, kalau gak loe angkat ibu jelas akan curiga kalau loe sama gue." suruh Bayu tapi Mario enggan untuk menggeser layar ponselnya. Saat panggilan berakhir Mario malah mematikan ponselnya. Sementara itu di rumah keluarga Ahmad Rosyid, Indah duduk senang membelai dan menciumi kucingnya yang baru saja di antar pulang oleh gadis cantik yang masih duduk di sampingnya. " ibu benar benar berterima kasih padamu nak, dan sesuai dengan janji ibu, ibu akan memberikan hadiah untukmu." Indah menyuruh salah satu pelayannya untuk mengambil ponselnya di kamar. " tidak Bu terima kasih, saya sudah senang jika Mery sudah kembali pulang." ucap Manda malu malu tapi mau. " sudahlah, ini hanya hadiah kecil. berapa nomor rekening mu." Setelah Manda mengetik nomor rekeningnya, dan Ting... notifikasi dari M- Banking telah masuk rekeningnya. " Amanda Putri Prastyo. Nama yang cantik secantik orangnya." Wajah Manda memerah akibat tersipu saat Indah memujinya. " terima kasih Bu " " di mana tempat tinggalmu nak." " di perumahan Permata XX nomor 55 Blok B Bu." " orang tuamu." " kedua orang tua saya di Malaysia Bu, mereka ada usaha di sana. Saya di rumah hanya dengan kakak saya yang sudah menikah." jawab Manda " besok kamu ada waktu luang ?." tanya Indah yang dapat di baca oleh Manda. " pulang kantor saya free bu ?". " kerja di mana kamu nak ?." " Di PT. Manohara Bu. " " wah di perusahaan yang mendesain pakai dalam yang sangat terkenal saat ini itu ya.." Jawab Indah antusias saat mendengar PT itu, karena ia juga memakai dalaman Manohara sekarang dan semua pakaian dalamnya berlogo Manohara semua selama 2 tahun ini. Manda mengangguk, " bekerja sebagai apa kamu di sana ?." indah semakin penasaran " saya sekretaris dari Bu Manohara Bu." Indah semakin penasaran dengan siapa Manohara itu, ia ingin sekali melihat wajah asli sang pemilik PT pakaian dalam yang terkenal itu karena pemilik Manohara itu tidak pernah sekali pun muncul di muka publik. " besok kamu bisa kan datang kesini untuk makan malam ? " tawar Indah yang sepertinya suatu permintaan. " ya Bu." Manda pun izin pulang dengan senang, bagaimana dia tidak senang di undang secara lisan oleh salah satu Sultan se- Asia untuk makan malam. Sedangkan Indah, ia menahan diri dulu untuk bertanya tentang pemilik PT Manohara. Selain jaga image, ia juga tidak mungkin bercerita kalau ia ingin sekali bertemu secara langsung dengan pemilik PT Manohara selama ini. Bahkan kalau putra semata wayangnya mau di ajak berkerjasama sama, ia ingin sekali Bayu mengajukan investasi pada PT Manohara.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD