Setelah banyak Drama tadi siang di kantor akhirnya, dengan berat langka dan hati Bayu pulang menurut kemauan ibunya untuk makan malam bersama wanita yang telah menemukan si Mery.
Bel rumah berbunyi, segera Indah membukanya. Manda dengan gaun berwarna lavender, rambut yang di biarkan terurai ada beberapa manik manik di atas rambutnya sebagai hiasan, tersenyum di sambut langsung oleh tuan rumah.
" selamat malam bu Indah." sapa Manda.
" malam nak, ayo masuk." Mereka berdua langsung masuk ke meja makan.
Manda di persilahkan duduk oleh indah di kursi nomor 2 sebelah kiri. " sebentar ya ibu mau panggil anak anak ibu."
"Anak anak bukannya pewaris tunggal Ahmad Rosyid hanya satu yaitu Bayu, kalau anak anak berarti lebih dari satu dong. Apa keluarga Ahmad Rosyid punya anak di luar hukum keluarga." batin Manda
Dua Pria tampan berjalan di belakang Bu Indah, yang satu sudah pasti Manda tau yang satunya. " Astaga Dewa Yunani sudah turun.". batin Manda lagi menatap pria yang berjalan di samping Bayu.
Memang Mario tidak kalah tampan dengan Bayu meskipun wajahnya asli Indonesia karena ibu dan ayahnya asli orang Indonesia, sedangkan Bayu berwajah blasteran Indonesia dan Timur Tengah. Ayah Farhad adalah berwarga Negaraan Turki dan Bu Indah asli orang Jawa Tengah.
Bayu duduk di sebelah kanan Bu Indah, sedangkan Pria yang sedari tadi membuat Manda ngiler duduk di sebelah kiri Bu Indah otomatis sebelahnya Manda.
Jantung Manda mulai berdisco ria, rasa nerves dan gugup mulai menjalar. Ingin sekali ia menekan dadanya karena ulah jantungnya yang tidak tau tempat itu ingin keluar menerkam pria di sampingnya.
" Nah, Manda ini anak anak saya, yang ini anak saya sudah pasti kamu kenalkan secara dia kan terkenal di dunia bisnis. Dan di samping kamu ini Mario anak saya kalau di rumah, kalau di kantor PT HNS dia adalah keponakan saya sekaligus asisten anak saya Bayu." cara Indah memperkenalkan mereka.
Dengan sopan Manda menjabat tangan Bayu, dan Deg... Saat menjabat tangan Mario tiba tiba ia berkeringat dingin suhu tubuhnya pun menurun, pertanda wanita sedang gugup. Manik mata mereka saling mengunci tanpa sadar, Manda enggan melepaskan tangan Mario dari tangannya sampai Indah berdehem barulah Manda melepaskannya.
Indah seperti sudah di beri kode bahwa Manda sang penemu si Mery ini lebih cocok dengan Mario daripada dengan anaknya, lihat saja dari pandangan Manda sangat kentara sedangkan Mario diam diam mencuri pandangan dari Manda.
Makan malam dengan nikmat dan kenyang tapi tidak untuk Manda sedari tadi ia tidak fokus dalam menikmati makanannya, ia mencuri pandangan dengan Mario dan saat itu Mario juga sedang ingin melirik Manda, alhasil wajah Manda bersemu merah karena kepergok mencuri pandang oleh Mario.
Indah mengajak Manda ngobrol di depan kolam renang agar bisa lebih santai, di sana juga ada Bayu dan Mario yang sibuk dengan ponsel mereka masing masing.
Indah memutar otaknya agar ada obrolan di 3 orang yang sepertinya bisu secara mendadak itu.
" Bayu, apa kamu tidak ingin melakukan kerjasama dengan PT Manohara ?." semua mata tertuju pada Indah kecuali Mario yang terpaku dengan wanita di sebelah ibunya itu.
" memang sudah Bayu ajukan Bu, tinggal tunggu keputusannya saja." jawab Bayu
" benarkah ?." tanya Indah memastikan
" Ya Bu Indah, dan bukankah besok sore pak Bayu ada pertemuan dengan Bu Noumi." Manda menatap Bayu dan kebetulan juga ia mereset ke sebelah Bayu, mata Manda dan Mario bertemu temu lagi.
Indah lagi lagi menyadari itu.
" benarkah Rio ?" tanya Bayu yang belum di mendapat laporan dari sekertarisnya ataupun dari Mario.
Bayu menangkap basah lagi sepupunya itu saling mengunci mata dengan Manda. " Ya besok sore jam 3 kalau tidak salah." sepertinya Mario salah tingkah, ia kembali fokus pada layar ponselnya saat ketahuan oleh Bayu.
" ibu jadi penasaran, bagaimana wajah asli pemilik Manohara itu. Bagaimana bisa dia mendesain dalam sebagus dan senyaman itu." tingkat penasaran Indah semakin tinggi untuk ingin bertemu dengan Noumi.
" perfact." tanpa sadar mulut Bayu menilai pemilik Manohara sebagai jawaban ibunya.
Indah mengangkat sebelah alisnya, " apa dia cantik." tanyanya.
" sangat cantik." jawaban Mario
Ada kelonggaran dari jantung Manda, seperti sedang down mendengar Mario memuji Noumi di depan matanya.
Sepertinya Indah di beri kode alam untuk membiarkan Manda dan Mario berduaan. Malam semakin larut, sudah jam 10 malam.
" Mario kamu antar Manda pulang ya." pinta Indah
" tidak bu, terima kasih Manda bawa mobil sendiri kok." tolak Manda
" tidak baik wanita berkendara di malam hari seperti ini sendirian " Manda ingin tertawa saja mendengar penuturan dari Indah.
Jangankan jam 10, jam 2 jam 3 dini hari saja ia mengendarai mobil sendiri kalau dari diskotik bersama Manda kadang juga sendiri kalau pengen sendirian.
" cepat Mario antar Manda pulang, nanti kamu pulang naik taksi saja kan kamu pria." sebuah perintah yang mutlak jika nada perintah dan sorotan Indah seperti itu.
Mario bisa apa, mau bantah. Entah apa yang terjadi besok pagi kalau sampai menolak, jangan sampai besok pagi deh, sebentar lagi kalau Manda sudah pulang saja sudah abis dia di kojahi oleh Indah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Manda hanya keheningan saja bahkan musikpun tidak mereka hidupkan walau hanya sekedar sebagai pendengaran agar terlihat tidak canggung. Mau ngomong apa juga Manda bingung padahal seorang Manda terkenal pintar mencari topik obrolan saat dengan teman temannya lah ini seperti orang yang terkena bisu dadakan. Sedangkan Mario memang orang yang irit ngobrol jika belum kenal.
Sampai di depan gerbang rumah Manda, " terima kasih pak Mario."
Terdengar seperti orang mengusir secara halus di telinga Mario, ia sadar itu mobil Manda bukan Mobilnya.
Ia ingin membuka pintu mobil, tapi ia urungkan. " boleh aku minta nomormu secara pribadi."
Tidak ada jawaban Manda menadahkan tangannya ke Mario, dan Mario memberikan ponselnya pada Manda.
Setelah nomor tersimpan, tanpa Manda sadari secara sekilas Mario mengecup bibirnya sekilas. " Terima kasih." Mario keluar dari mobil berjalan ke jalan raya.
Sedangkan Manda masih mematung, tidak sadar dengan yang baru saja terjadi. Apa ini kode dari Mario bahwa mereka akan menuju lampu hijau untuk kencan. Sekian detik kemudian Manda bersorak senang dan menggoyang goyangkan tubuh sampai mobilnya ikut bergoyang.
=======
Pagi sekali, masih jam 7 Manda sudah stay di meja kerjanya. Noumi yang baru datang setengah sembilan pun melihat jam di pergelangan tangannya. apa ini jamnya yang rusak atau terlalu cepat.
Ia baru sadar mungkin ini efec dari dinner semalam, wah apa mereka benar benar di jodohkan, pikir Noumi.
" Bagaimana dinner nya calon Nyonya Ahamd Rosyid ?".Manda yang melamun sudah di pastikan kaget dengan kedatangan bosnya.
" astaga Mimi... loe tuh ya bikin gue kaget aja." Manda malah membentak bosnya.
" hai jam kantor harus sopan sama atasan ya..." mereka berdua tertawa bersama sama.
" ke ruangan gue Man." ajak Noumi pada Manda.
Manda menceritakan semuanya ke Noumi tentang bagaimana semalam tanpa kurang tanpa tambahan pas persis dan sesuai.
" serius loh Man." Noumi malah di bikin penasaran.
" gue juga gak sadar kok bisa gue terpanah sama Mario."
" Apa yang namanya Mario itu, orang berkulit bersih tingginya hampir sama dengan Bayu yang gue temuin di kantor polisi ?." tanya Noumi
" bisa jadi karena ciri cirinya seperti itu."
" hati hati Man, karena yang gue tau mereka berdua itu sama sama suka ganti ganti lubang wanita."
" bilang aja loe iri kan."
" gue iri, sorry sorry aja nih ya. Gue gak tertarik tuh ama model begituan."
" ya ya gue percaya Alexander Smist aja loe tolak kan." Mereka berdua asyik obrol dengan gelak tawa yang memenuhi seisi ruangan Noumi sampai tak sadar hampir jam makan siang karena hari ini free gak ada kerjaan mereka.
" hampir jam makan siang Mii, perut gue Lapar."
" sekarang giliran loe yang traktir ya kan secara loe habis dapet 10 jeti kan."
" last go..." mereka berdua meninggalkan kantor ke restoran yang sudah mereka sepakati.
Dalam restoran Noumi dan Manda yang menikmati makan siangnya tak sadar sedari tadi ada sepasang mata yang mengintai, wajahnya terlihat senang dengan senyum yang terus mengembang saat melihat Noumi yang ceria seperti sekarang.
Di parkiran saat Noumi dan Manda ingin masuk tiba tiba dari arah yang tidak jauh ada suara yang memanggil Manda. Bu Indah berjalan mendekat. Noumi sepertinya pernah bertemu dengan wanita ini, tapi di mana.
" suatu kebetulan Manda kita bertemu di sini." ucap Bu Indah
Dengan sopan Noumi dan Manda menyalami Indah secara bergantian.
" sayang sekali kamu sudah selesai makan Manda, Ibu baru saja ingin makan disini. Gadis cantik ini teman kantor kamu Manda ?" tanya Indah yang melihat Noumi.
" ini bos Manda Bu, ini Noumi Manohara." jelas Manda
Indah sangat terkejut ternyata benar pemilik Manohara secantik ini, lebih cantik dari dugaannya. " cantik sekali kamu sayang." Indah malah mengusap bahu Noumi penuh kasih sayang.
Seketika rasa lapar Indah hilang seketika saat meilohat Noumi.
" terima kasih Bu."
Mata Noumi tidak sengaja menangkap Fotografer di masa lalunya itu dalam mobil di belakang pas mobilnya di parkiran. Rasa takut pun kembali, ia segera berpamitan dengan Bu Indah dengan alasan dia akan kedatangan Klien sebentar lagi, meskipun terkesan kurang sopan tapi hanya itu cara ia menghindari pria itu.
" bukaknkah hari ini jadwalmu kosong Mii." tanya Manda yang mengendarai mobil Noumi.
" diam loe, Man." suara Noumi seperti membentak, Manda pun kaget tidak biasanya Noumi seperti itu.
Terlihat jelas di gelagat dan air muka Noumi sedang dalam keadaan ketakutan dan gelisah. Tapi Manda tidak berani untuk bertanya, ia memfokuskan untuk menyetir. Sesekali mata Manda melihat spion seperti sedang di kejar seseorang.