6. Match Making

1516 Words
" ok deal." Noumi menjabat tangan Bayu. Bayu enggan melepaskan tangan Noumi, genggaman semakin kuat. " apa tangan pak Bayu ada lemnya ?" tanya Noumi yang mencoba melepaskan tangan Bayu tapi tidak berhasil. " bagaimana kalau nanti malam kita merayakan kerjanya kita di salah satu Club' milik teman saya." tawar Bayu " terima kasih, sepertinya malam ini saya ingin istirahat saja karena besok saya memiliki banyak pekerjaan." tolak Noumi dengan halus. " emm seperti itu, bagaimana kalau nanti malam kita dinner saja." tawarnya lagi, kali ini ia merenggangkan tangannya dan Noumi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. " Dan terima kasih lagi, dan lagi lagi saya tidak bisa Pak Bayu. kalau sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan silahkan pak Bayu bisa keluar dari ruangan, tapi kalau pak Bayu masih ingin istirahat silahkan saya masih ada pekerjaan di ruangan saya." Noumi mengangkat bokongnya dari atas kursi melenggang keluar dari ruangan meeting di kantornya. Mata Bayu tidak lepas dari b****g sintal milik Noumi yang sepertinya melambai lambai minta di remas. " hanya satu bulan, akan ku pastikan kamu menjadi milikku Noumi Manohara." seringai muncul dari bibir Bayu, jari jarinya meraba jamban tipisnya. Entah apa yang ia rencanakan sehingga mulutnya bersumpah seperti itu. Bukan Bayu namanya kalau ia tidak bisa mendapatkan wanita yang ia inginkan. Pulang kantor, Manda ada janji dengan Bu Indah di kedai cafe Sabrina. Dua wanita berbeda generasi itu duduk berhadapan, Manda juga tidak tau apa yang akan di minta oleh Bu Indah itu. Dalam pesannya tadi hanya minta tolong, dan ia ingin bertemu usai Manda pulang kantor. " Ibu boleh tanya sayang ?." Indah memulai obrolannya. " ya Bu." " kan kamu orang terdekat Noumi, saya tau selain menjadi sekretaris dan asisten Noumi kamu juga sahabatnya kan." Manda hanya mengangguk mengikuti arah pembicaraan wanita di depannya. " apa Noumi sudah berkeluarga atau mememiliki kekasih begitu ?." Manda bingung kenapa Bu Indah menanyakan hal pribadi bosnya. " saya yakin 100% Mimi masih jomblo bu, dan kenapa ya kok ibu tiba tiba menanyakan hal pribadi Mimi." Manda pemasaran. Tangan bu Indah melambai, minta Manda mendekakan telinganya. Entah apa yang di bisikan oleh Bu Indah pada Manda, " ya Manda usahakan Bu, dan saya heran juga Mimi selama ini tertutup masalah lawan jenisnya. Bahkan teman teman yang lainnya sampai bilang kalau Mimi up-normal." Kata up-normal Manda ucapan dengan nada pelan, hanya mereka yang mendengarkannya. Malam ini Noumi benar benar ingin istirahat saja, badannya lelah pikirannya juga lelah. Selain memikirkan pekerjaan Noumi teringat pria di masa lalunya yang akhir akhir ini sering bertemu. Bagaimana ia bisa tau keberadaannya sekarang setelah sekian tahun ia menghilang. Sungguh menyiksa, ia masih belum sanggup menghadapi masa lalunya yang teramat menyakitkan itu. Sekian tahun ia menghilang, merubah dirinya menjadi sekarang dengan usaha dan sekuat tenaga. Menjadikan dirinya Noumi Manohara. Memang ia akui, pria itu bukan dari keluarga sembarangan. Ia mampu melacak seseorang walaupun bersembunyi di lubang semut Afrika pun akan di temukan oleh orang kepercayaan keluarga mereka. Beberapa tahun ini memang ia tak lepas mengintai orang orang di masa lalunya yang masih berkecimpung di dunia bisnis dan modeling dari dunia maya. Air matanya kembali menetes kala ingat masa silam yang sangat menyakitkan itu, tiba tiba ponselnya bergetar. " ya ada apa ?." kalimat pertama sebagai sapaan. " ... " " gue males keluar Man, besok aja kenapa ?." " ... " " ya ya sejam lagi, tunggu gue mau ganti baju dulu. Gak lucu kan seorang Noumi keluar pakek baju tidur." Noumi menutup telponnya, segera ganti baju dan keluar rumah. Ada saja cara sahabatnya itu memancingnya untuk keluar saat ia ingin istirahat. Melalui google maps akhirnya Noumi sampai di lokasi rumah yang di alamatkan sahabatnya. " rumah siapa lagi ini, gede banget. Kapan gue punya rumah Segede gini ya.. ha ha ha." Noumi tertawa sumbang terlalu tinggi untuk berkhayal. Satpam penjaga langsung membukakan gerbang saat tau mobil Noumi di depan. Dengan ramah pak satpam menyuruhnya langsung masuk seperti sudah di beritahu kalau di sebagai tamu yang baik, secara di rumah orang kaya bak istana ini pasti banyak sekali pertanyaan sebelum masuk pekarangan. Noumi turun dari mobil, sudah di sambut pelayanan dengan ramah lagi. " Nona Noumi kan ?" tanya pelayan itu dan ia mengangguk. Pelayan itu mempersilahkan Noumi masuk, dan memberi petunjuk di mana dia harus singgah. Noumi duduk di sofa berbulu depan TV yang Segede pintu rumahnya. " selamat malam Noumi." suara wanita dari belakang, Noumi langsung membalikan badannya. Bu Indah, kenapa ada disini. Apa ini rumah keluarga Ahmad Rosyid. Pikirnya. " Ibu lama menunggu, kamu datang juga." kini Bu Indah sudah duduk di sebelah Noumi. " Loh, ini rumah ibu. Dimana Manda katanya minta di jemput." tanya Noumi langsung to the poin. " Indahnya sudah di antar sama Mario sepupu Bayu." " selamat malam Nona Noumi Manohara." suara dari belakang, Noumi tau itu suara siapa tanpa ia menoleh. " apa apaan ini." baginya " loh kok bisa sih Bu, tadi minta jemput sekarang sudah pulang." Noumi merasa greget sendiri seperti di prank saat ia ingin istirahat. " duduk santai dulu sayang. Ada yang mau ibu obrolan sama kamu " Bu Indah meraih tangan Noumi agar tidak jadi berdiri. Bayu sudah duduk di kursi singel sebelah ibunya. Apa yang perlu di obrolkan, masalah kerjasama sama sudah deal tadi sore dengan Bayu. Lah ini kenapa Mak-nya ikut ikutan ngajak ngobrol. pikir Noumi. " ibu tau kalau yang menemukan Mery itu kamu, Manda sudah cerita semuanya dan sesuai dengan janji ibu, Ibu akan menjodohkan kamu dengan putra semata wayang ibu yaitu Bayu. " Noumi rasanya ingin tertawa saja mendengar kekonyolan nyonya Ahmad Rosyid. Bisa bisanya ia menjodohkan dirinya dengan Bayu si tukang gali lobang sana sini. Nih lagi, si Mery tiba tiba datang langsung duduk di pangkuan Noumi. Kucing bahenol yang kepalanya keberatan mahkota berliannya nyaut aja meang meong seakan ikut nimbrung obrolan mereka. Bayu terlihat santai seperti orang yang terpaksa duduk di sana padahal beda sama isi dalam hatinya. Sedangkan Noumi ingin sekali tertawa, tapi ia tahan tidak sopan jika sedemikian di depan orang yang lebih tua. " Bu indah ini bisa aja cari topik obrolan." Noumi mulia berselak. " ibu beneran sayang, ibu mau menjadikan kamu menantu. Selama ini ibu mendambakan menantu yang seperti kamu." " Ini orang bisa aja merayu kalau ada maunya, ketemu juga baru tadi siang. Udah mendambakan saja jadi mantunya." batin Noumi " ibu ini bercanda saja, Maaf nih ya Bu sebelumnya bukannya saya langsung menolak tapi saya masih belum siap untuk menikah dan saya juga masih merintis bisnis saya yang masih dalam proses berkembang." tolak Noumi secara halus. " tidak langsung menolak berarti kamu memberi kesempatan untuk anak saya kan " Indah mencari cela di jawaban Noumi. " alamak salah ngomong gue." batin Noumi lagi " intinya saya masih belum siap Bu." " Bayu bersedia menunggu kok sayang. Soal bisnis kamu, ibu jamin deh pasti langsung ke manca Negara kalau sudah menjadi istri Bayu." Anak sama Maknya sama aja, sama sama percaya dirinya. Dalam mobil Noumi langsung tertawa dengan kekonyolan Nyonya Ahmad Rosyid. Sedangkan di rumah Bayu, sedang menyusun strategi lagi dengan ibunya. Bagaimana caranya agar Noumi mengiyakan perjodohan ini tanpa menolak lagi. Bu Indah juga tidak tinggal diam, ia juga menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau siapa Noumi itu sebenarnya. Indah mencari titik kelemahan Noumi agar ia bisa menuruti ke inginannya untuk menjadi menantunya. Entah kali ini Bayu serius atau tidak, isi otaknya hanya ia yang tau. Seorang Bayu sang pencinta gali lobang sana sini tiba tiba mau menuruti sang ibu untuk di jodohkan dengan Noumi. Rencana apa selanjutnya pun tidak ada yang tau, isi kepala Bayu memang tidak di ragukan lagi masalah bisnis dan permainan apa lagi permainan untuk seorang wanita, dia adalah King-nya. ======= Brak... Noumi membanting beberapa tumpukan pekerjaan di meja Manda. Yang punya meja pun terjingkat kaget, ia yang sedang fokus pada laptopnya tanpa menyadari kedatangan bosnya. " Loe ya.. bisa bisanya ngerjain gue. Nyuruh gue jemput loe di rumah si gali lobang itu padahal loe sendiri asyik kencan sama sepupunya." Kali ini Noumi benar benar marah sama Manda. " maaf Mi... gue cuma di minta tolong sama Bu indah." Manda takut karena merasa bersalah karena telah membohongi Noumi. " bisa bisanya loe ngomong sama bu Indah kalau gue yang temuin si kucing sultan itu, loe tau apa permintaan Bu Indah sama gue hah.... gue mau di kawinin sama tuh anaknya yang suka gali lobang sana sini." Noumi berdecak pinggang menunjukkan rasa marahnya yang benar benar jarang ia keluarkan selama ini. Karyawan lainnya yang sengaja atau tidak pas lewat mendengar dan melihat bosnya sedang marah besar pada sekertaris sekaligus asistennya itu. Padahal karyawan lainnya tau mereka berdua itu adalah sahabat. Mereka menunduk tidak berani mengangkat kepalanya saat Noumi menangkap basah mereka yang sedang melihat kejadian itu. " semua kembali bekerja ini bukan tontonan." perintah Noumi membuat bubar karyawan yang di masih berdiri di sekitar meja Manda. " loe keruangan gue sekarang." pintanya pada Manda. Manda berjalan di belakang Noumi, mereka duduk berhadapan yang terlahang meja kerja Noumi. Sama sama diam. Manda merasa bersalah, dan Noumi menetralkan emosinya dulu. Tidak baik juga ia marah berlebihan pada Manda di lingkungan kantor karena urusan pribadi pula.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD