chapter 27

1972 Words

Leo berlari terburu-buru dengan perasaan campur aduk. Dilain sisi, ia mantap bahwa ia memang mencintai Naya, gadis itu yang sekarang menjadi pemilik hatinya. Tak dipungkiri, hal itu memang nyata. Ketika beberapa waktu lalu Leo mengecup kening Sabit, tak ada getaran seperti ketika Leo melakukan itu pada Naya. Dan sialnya, Leo baru sadar sekarang. Bertamu jam dua pagi, tentu saja tidak sopan. Tapi Leo tidak mampu untuk menunggu hari esok. Ia ingin menjemput gadisnya sekarang juga. Meminta maaf dengan tulus dan membawa Naya pulang, seperti yang seharusnya. Walau Leo tahu itu tidak akan mudah seperti melemparkan sampah pada tong kosong. Dengan tidak sabar ia mengetuk pintu rumah Ari, sang Papa dari gadisnya. Meski mungkin nanti ia akan dapat satu atau dua bogeman dari Ari, tapi ia rela. Jika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD