chapter 28

1812 Words

Pintu ruang rawat itu dibuka perlahan oleh Jingga, tapi yang ia temukan hanya tempat tidur khusus pasien yang kosong dan juga semilir angin tanpa arah. "Leo..." Jingga mendesah, ia langsung berlari menuju meja resepsionis dan menanyakan kemana perginya cowok itu. "Pasien Leo sudah pulang, Mbak. Baru saja, dijemput orangtuanya." Lagi-lagi Jingga mendesah. Ia hanya pulang sebentar untuk mengganti baju, dan ia sudah kehilangan jejak sahabatnya itu. Tak pakai lama, Jingga langsung naik taksi menuju rumah Leo. Sungguh ia terkejut ketika di depan gerbang megah itu banyak pria-pria berbadan besar. "Maaf, Nona. Anda tidak boleh masuk." Langkah Jingga ditahan oleh seorang pria yang mempunyai wajah sangar, tapi bukan Jingga namanya jika tidak keras kepala. "Maaf, ya, saya ini sahabatnya Tuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD