Naya baru meletakan gelas kosongnya pada wastafel, ketika pintu rumahnya diketuk seseorang. Sepagi ini, dan entah siapa yang berkunjung. Mengingat acara pertunangannya yang batal semalam, membuat Naya tidak ingin bertemu siapa-siapa dulu. "Naraya Vanita," "Kak... Dion?" panggil Naya dengan heran. "Boleh kita bicara?" Sepanjang Naya mengenal teman-teman Leo, menurutnya Dion yang terlihat sangat tertutup. Tidak, Dion tidak menyeramkan, tentu saja. Hanya saja, jika dihitung-hitung, Naya tak pernah banyak mengobrol dengan Dion. "Duduk, Kak. Mau minum apa?" tanya Naya dengan ramah. Dion melangkah menuju sofa rumah Naya, lalu menggeleng. "Just talk, gue gak minum." Akhirnya Naya mengambil posisi duduk dihadapan Dion yang terlihat begitu serius. Membuat Naya sedikit bingung. "Balik ke Leo

