Leonel berjalan melewati Xaniah dengan ekspresi datar, ia menghentikan langkahnya tepat di belakang Violeta yang sedang mengagumi penampilannya di depan cermin. Istrinya tampak cantik mengenakan gaun putih, rambutnya di tata dengan gaya rumit namun sangat indah dan di hiasi dengan headpieces yang bertabur berlian, benda itu adalah salah satu rancangan Sandra Smith, nenek Leonel ketika beliau masih hidup. “Kau tampak cantik,” puji Leonel. Ia tidak berbohong atau sekedar berbasa-basi, Violeta memang cantik, siapa pun mengakui jika Violeta cantik kecuali jika ia buta. Violeta tersenyum. “Aku telah siap.” Leonel mengangguk, ia meregangkan lengannya memberikan kode kepada Violeta agar menggandeng lengannya. Mereka melangkah menuju ruangan di mana pesta diselenggarakan dengan mewah, semu

