We Have More Time

1330 Words

Paginya Rebecca duduk di sebuah kursi menghadapi bermacam-macam menu sarapan di depannya. Kali ini ia tidak peduli, meski berat badannya akan bertambah beberapa kilo, ia ingin sedikit memanjakan dirinya dengan membebaskan lidahnya menikmati apa saja yang ia inginkan tanpa memikirkan berat badannya. “Ya Tuhan, aku tidak percaya seorang model terkenal menyantap sarapan seperti seorang kuli.” Suara itu membuat Rebecca mengalihkan fokusnya dari makanan di depannya. “Benji...,” desah Rebecca. Ia bangkit dari duduknya. “Kau di sini?” Benji Channing nama pria tampan itu, ia adalah mantan kekasih Rebecca dulu. “Sepertinya kita berjodoh,” ucap Benji, pria itu merentangkan sebelah lengannya dan melangkah mendekati Rebecca untuk memeluknya. “Apa kabarmu?” “Seperti yang kau lihat.” “Kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD