Our Agreement

1129 Words

Leonel menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal. “Untuk apa dia berada di Paris?” tanyanya kepada Mario melalui sambungan telepon. “Tentu saja untuk bekerja karena Paris Fashion Week akan dimulai dua Minggu lagi,” jawab Mario. “Dia ingin bertemu denganmu.” “Jadwalkan saja,” ucap Leonel. “Kapan kau bisa?” “Kapan saja aku bisa.” “Astaga. Kau beristri, Leonel.” Mario memperingatkan status Leonel saat ini. Leonel menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya. “Memangnya kenapa? Rebecca modelku,” katanya. “Teman kencanmu selama bertahun-tahun,” ralat Mario. “Rebecca tahu posisinya, lagi pula kau tahu pernikahan macam apa yang kujalani.” “Heh, terserah kau saja. Aku akan menjadwalkan malam ini,” ucap Mario kesal karena Leonel bersikap seolah ia adalah pria lajang. Leo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD