Part 5

670 Words
Perrnikahan itu di gelar dengan sangat mewah di salah satu hotel bintang lima ternama di Jakarta. Pernikahan putra sulung pengusaha ternama se Asia, dengan tamu undangan mencapai lima ribu orang lebih ,yang datang dari berbagai kalangan pengusaha, pejabat negara dan juga artis-artis kenamaan Indonesia. Binar bahagia tidak pernah luput dari wajah sang pengantin, menyambut uluran tangan dan kata 'selamat berbahagia' dari para tamu yang datang. Nicholas dan Angela ialah pengantin yang berbahagia tersebut.  "Bagaimana perasaan mu saat ini sayang?", Pertanyaan basa-basi Nicholas untuk istrinya itu , tidak perlu jawaban. dari wajahnya saja sudah pasti dia sangat bahagia. "Sayang aku sangat bahagia. Terima kasih untuk pestanya. Ini benar-benar luar biasa. Aku sangat mencintaimu". Balas Angela sambil memeluk lengan Nicholas dengan manja.  Nicholas tersenyum sambil memeluk istrinya itu. "Berhenti mesra-mesraan apa kau tidak ingin menyambut uluran tangan ku?" Jonathan Lee, sahabat karib Nicholas menyapa Mereka.  "Ckck mengganggu saja". Balas Nicholas acuh . "Terima kasih". Kata Angela sambil tersipu pada Jonathan. Sementara Jonathan hanya terkekeh geli melihat kelakuan temannya itu. " Sekali lagi aku ucapkan selamat ya bro. Maaf aku tidak bisa berlama-lama, ada beberapa hal yang harus ku urus". Kata Jonathan "Tidak masalah, terimakasih sudah datng,dan semoga cepat menyusul". Kata Jonathan sambil tersenyum jahil . "Doakan saja". balas Jonathan berlalu sambil melambaikan tangan nya sekilas. Para tamu yang belum bersalaman dengan pengantin kembali mengantri untuk bersalaman dan mengucapkan kata-kata formalitas tersebut hingga acara selesai. --------------------------------- "Ckck... Coba bayangkan berapa biaya yang mereka keluarkan untuk pesta seperti itu". Kata Valerie pada Amora yang sedang mengupas mangga mudanya . Ya pernikahan Nicholas dan Angela di tayangkan di berbagai media gosip di tv Nasional, dan itulah yang sedang di tonton oleh Valerie sekarang. Amora tersenyum kecut. Dia semakin benci pada pria itu dan bersumpah tidak akan mau bertemu dengannya begitu pun dengan anak-anak nya kelak. Sebisa mungkin dia akan menjauhkan anak-anaknya dari pria itu , ya walaupun kecil kemungkinan pria itu tau,atau bahkan dia tidak akan mengakui mereka dan ya itu lebih bagus . "Ck.. woiii! Amora! Aku dari tadi berbicara gak didengar malah melamun". Sembur Valerie sewot. "Eh. Iya ada apa? Kamu ngomong apa?". Tanya Amora bingung. "Ishh. Tadi aku tanya, bukannya dulu kamu kerja di perusahaan SADEWA GRUP ya?, Berarti pria itu adalah bos mu kan?". Tanya Valerie sambil menunjuk ke arah layar televisi dimana disana masih ada tayangan pernikahan Nicholas dan Angela. "Hmm". Amora hanya menggumam tidak jelas . Dia takut Valerie menyadari kalau pria itu yang sudah menghancurkannya . Dia memang menjelaskan semuanya minus pria yang sudah menghancurkannya . Dia hanya mengakatakan rekan kerja yang tidak dikenalnya karna beda divisi dengannya.  Dan Valerie mengira Amora menjawab seperti itu karena bawaan bayi mungkin. Dan mengganti topik lain, karena sumpah dia tidak suka suasana hening seperti ini.  "Bagaimana dengan rumahnya? Apa kau sudah menemukannya?". Tanya Valerie lagi. Dan itu berhasil menarik perhatian Amora. "Ya aku sudah menemukanya. Tidak jauh dari sini. Rumah sederhana yang memiliki halaman yang luas. Aku akan membangun rumah kaca disebelahnya dan sekalian jadiin  toko bunga". Jawab Amora sambil tersenyum.  "Umm.. maaf kalau aku menyinggung mu. Bagaimana dengan dananya? Apa cukup?",tanya Valerie lagi  "Jangan khawatir aku punya tabungan yang cukup. Aku juga sudah menarik semua uang peninggalan orang tuaku".kata Amora sambil berlalu ke dapur untuk membersikan peralatan yang di pakainya tadi merujak mangga muda. Mengingat lagi dia jadi tersenyum. Dia sudah mulai merasakan bagaimana rasanya mengidam. semoga saja bayinya tidak menginginkan hal  yang aneh-aneh nantinya. Oiya Amora sudah bilang belom kalau menurut hasil USG kemarin saat dia memeriksakan diri ke dokter kandungan, kalau bayinya kembar?. Betapa berdosanya dia kalau sampai dia melenyapkan bayinya kemarin . Dia merutuki dirinya sendiri saat ini . "Maaf ya nak' ibu khilaf waktu dirumah sakit. Kedepannya ibu akan selalu melindungi kalian, memastikan yang terbaik untuk kalian". Kata Amora sambil mengusap perutnya yang masih rata. Karena bayinya masih berumur hampir dua bulan. Amora jadi tidak sabar menanti kelahiran bayinya nanti. --------------------- Maaf gaje bat ya ...?? Akan di usahakan lebih baik nanti ...boleh ya minta kritik dan saran biar tau mana yang harus di perbaiki Tbc.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD