Part 4

762 Words
Disinilah Amora sekarang di tepi pantai Kuta, memandang lurus ke arah matahari tenggelam meratapi nasib yang kurang baik. Seakan masalah yang di hadapinya tidak ada habisnya , kini masalah baru datang lagi , lebih rumit dari yang dibayangkan Amora. Bahkan dia sempat berfikir untuk mengakhiri hidupnya , jika saja Valerie tidak datang untuk mencegahnya , memarahinya habis-habisan bahkan Valerie menghadiahinya satu tamparan keras di pipi kirinya. Flashback on Kemarin setelah sampai di Bali Amora di brondong banyak pertanyaan oleh Valerie . Amora yang tidak ingin menutupi apaun dari Valerie menceritakan semuanya . Tidak ada air mata saat menceritakan kejadian yang menimpa Amora yang ada hanyalah tatapan datar yang menyimpan luka yang dalam . Dan Valerie yang berusaha menghibur Amora , mengalihkan pembicaraan dengan menceritakan kesehariannya di Bali . Keesokan harinya Amora bangun dengan muka pucat dan perut berasa di kocok seolah semua isi perut meminta dikeluarkan . Amora duduk di depan kloset memuntahkan lendir menjijikan . Keluar dari kamar mandi kepalanya semakin pusing hingga Amora jatuh pingsan di depan pintu kamar mandi . Valerie yang melihat itu langsung berlari meminta tolong security apartemen nya untuk di bawa ke mobilnya dan berlalu ke rumah sakit . Dan menunggu di depan pintu perawatan sementara dokter memeriksa Amora . "Bagaimana keadaan nya dok" . Valerie langsung bertanya begitu dokternya keluar . 'Tidak ada masalah serius, itu gejala biasa untuk kehamilan trimester pertama".jawab dokter itu  "Apa maksud dokter teman saya sedang hamil?". Valerie bertanya Seolah tidak percaya dengan apa yang di jelaskan dokter itu ."benar , teman Anda sedang hamil . Untuk memastikan usia kandungan nya saya akan memanggil rekan sesama dokter yang spesialis kandungan . kalau begitu saya permisi dulu . Saya ucapkan selamat untuk teman Anda ". Dan dokter itu kembali ke ruangannya. "Hamil?? Hah! Apa-apaan ini? sahabatnya di perkosa. Dan kenapa harus membuahkan hasil". Ucap batin Valerie , dia tidak bisa membayangkan reaksi Amora nanti . __ Dan benar saja Amora tidak bisa menerima kenyataan pahit itu "dokter pasti salah ,ini tidak mungkin Kan Valerie ?, dokter itu pasti bohong kan? Iya kan? Tolong jawab aku Valerie , katakan ini tidak benar!. TOLONG KATAKAN INI TIDAK BENAR!! ". Teriak Amora histeris, dia memukuli perutnya dia tidak menginginkan benih pria sialan itu . Melihat aksi Amora itu , Valerie menghampirinya dan memeluknya sambil berteriak memanggil dokter untuk membantu menenangkan Amora. Setelah dokter menyuntikkan obat bius pada Amora . Perlahan Amora memejamkan matanya . Hati Valerie bagaikan diremas .dia ikut merasakan kesedihan Amora yang sudah dianggap sebagai saudara oleh Valerie , dia mengutuk pria b******n itu dalam hati . Valerie mengelus kepala Amora lembut " aku tinggal sebentar ya , aku akan kembali lagi malam nanti ". Setelah mengucapkan kalimat itu dia pergi meninggalkan Amora untuk mengurus beberapa pekerjaan nya dan kembali malam hari. ----- Valerie membuka pintu perawatan Amora pelan ,dia masuk dan terkejut melihat apa yang hendak di lakukan Amora.  "Kau pikir apa yang akan kau lakukan Amora ?" .tanya Valerie tidak percaya melihat kejadian itu "Aku ingin mengakhiri semuanya Vale , aku tidak sanggup menanggung beban ini ". Valerie mendengus " ckk lalu apa semua masalah akan selesai , kau bahkan akan menambah dosa mu dengan membunuh darah daging mu sendiri ?. Ck aku tidak percaya , kupikir kau manusia beriman , ternyata kau bahkan tidak memiliki iman sebesar biji sawi pun tidak". Tandas Valerie  "Aku tidak peduli Vale aku akan tetap melakukan nya ".  'plaak' sepersekian detik setelah Amora menyelesaikan perkataanya, Valerie menampar pipi kiri Amora  "Kalau tidak memikirkan dirimu setidaknya kau pikirkan aku Am aku menyayangi mu kau bahkan lebih dari sahabat bagiku . Kau tega sekali padaku . Kalau kau tidak menginginkan bayi mu berikan padaku akan akan merawat dan membesarkan dia . Tapi sebelum nya kau pikirkan dulu Am , kau tidak memiliki keluarga lagi , setidaknya dia menjadi satu-satunya keluarga mu sekarang . Sekarang pikirkan baik-baik kalau kepalamu sudah dingin ,kau boleh temui aku , tapi kalau kau ingin melanjutkan aksi mu itu silahkan saja". Kemudian Valerie pergi meninggalkan Amora  Flashback Off Dan Amora sudah memikirkannya baik-baik . Benar kata Valerie 'dia' akan menjadi satu-satunya keluarga Amora . Ya Tuhan dia hampir saja melakukan dosa besar , kemudian Amora mengelus perutnya dan secara tidak sadar dia tersenyum . Dan mulai sekarang semuanya akan berubah . Dia akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya kelak . ---------------------------- Ini gak sempat  di edit jadi kalo Nemu typo mohon tinggalkan kritik dan saran supaya kedepannya lebih baik lagi kalian juga bacanya jadi enak ...dan guys kalau suka tinggal kan jejak ya .ya .ya (author maksa.... bercanda hehe)  Thanks for reading .....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD