38

1041 Words

Setelah Sherin keluar dari kamar mandi, gantian Revan yang masuk. Sherin memakai piyama satin lengan panjang berwarna biru muda. Setelah mengeringkan rambut, Sherin turun menuju lantai satu. Ternyata, Vano dan Vian sedang menyusun kado pernikahannya di ruang tamu. "Ini sudah semuanya?" tanya Sherin. Vano dan Vian melirik bersamaan kemudian menggeleng pelan. "Belum. Masih ada lagi di gedung. Kami meminta taksi saja membawanya," jawab Vano. Sherin mengangguk pelan. Dia tersenyum melihat banyaknya kado di sana. Ingin membuka seluruhnya sekarang, tapi takut gak ada waktu. Soalnya dia harus berkemas untuk keberangkatan besok ke Prancis. "Ini kado dari ibumu. Dia menitipkannya padaku dan memintaku memberikannya langsung padamu," ucap Vian seraya memberikan sebuah kotak persegi yang dibungkus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD