36

948 Words

Sherin duduk di depan cermin, memperhatikan dirinya yang sedang dirias oleh MUA pilihan Sinta. Sherin tak bisa berhenti tersenyum melihat dirinya yang sudah berubah menjadi lebih cantik lagi. Sebuah kebaya berwarna putih kombinasi merah muda sudah melekat di tubuh rampingnya. Hari ini, adalah hari pernikahan Sherin dan Revan. Walau dirasa terlalu cepat, namun Sherin tak bisa memungkiri hati kalau dia senang. Sebentar lagi, dia dan Revan akan menjadi suami istri. "Kalau aku berjodoh dengan Vian, berarti kamu jadi ibu mertuaku dong," ucap Novi yang sedari tadi memperhatikan Sherin. Sherin yang mendengar itu tertawa pelan. Menggelikan bukan? Tapi, mungkin ini memang takdir dari Tuhan. Jika Tuhan tak berkehendak, dia dan Revan tak akan sampai sejauh ini. "Ya begitulah. Aku jadi leluasa mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD