Gadis itu merasakan ada perbedaan yang bagus. Begitu ia membuka mata, ia menemukan Rex ada disisinya. Pria itu tidur dengan tangannya yang memegang rambut panjang Litzi. Litzi tersenyum, Rex tampak begitu polos ketika tidur hingga membuatnya gemas. Pemandangan yang romantis, mereka berdua tidur dalam satu tempat dan wajah mereka saling berhadapan. Litzi memegang sisi mata kanannya yang memar, rasanya sakit sampai ia sulit melihat dengan mata kanannya yang menyipit. "Aku berusaha mencarimu, mengingatmu, tapi... sulit." Litzi mengernyit mendengarnya, Rex mengigau. "Litzi, seperti apa kita di masa lalu? Ini membingungkan," ucap Rex. Litzi mengulurkan tangannya untuk membelai pipi dan mengusap alis tebal Rex. Gadis itu tersenyum dan meneteskan air matanya. "Aku tahu, Mr. Rex. Di bali

