Hari ini hari kedua Litzi berada di sekolahnya. Seperti biasa Rex yang mengantarnya. Litzi hanyut dalam lamunan selama menuju kelas. Ia masih tak mengerti dengan perkataan Rex padanya. Triliuner itu bilang padanya untuk tidak mendekati Erick, bahkan membiarkan Erick mendekatinya. Ada kecemasan di wajah Rex, tapi Litzi tak bisa mengartikan kecemasan itu. Litzi menghela nafas, mungkin akan lebih baik ia cerita pada Hillary. Sesampainya di kelas, Litzi duduk di kursinya dan menunggu kedatangan Hillary. Beberapa menit kemudian Hillary pun datang, ia terlihat ceria dan saking cerianya ia memanggil Litzi secara berteriak heboh. Teriakannya itu sampai membuat murid lainnya menutup telinga mereka. "Hola, Litzi! Buenos dias!" sapa Hillary sembari duduk di kursinya. Litzi tersenyum, "Hola! Como es

