Rex menurunkan Litzi ke ranjang tidur. Litzi duduk di tepi ranjang dan memperhatikan raut wajah Rex yang masih terlihat kesal. Ia tahu apa yang menyebabkan Rex begitu kesal. Tingkah Erick memang menguji kesabaran, membuat Rex begitu sensitif. "Kau melihat apa yang ku lakukan padanya?" Pertanyaan Rex menyentakan Litzi. Baiklah! Aku malu. Dia memergokiku tadi, batin Litzi. Litzi cengingisan, "Em... iya. Aku penasaran hingga aku mengintip melalui jendela." Ekspresi Rex berubah, yang tadinya kesal kini berganti dengan seutas senyum di wajah tampannya dan pancaran kelembutan dimatanya. Rex tertawa pelan dan mengacak-ngacak puncak kepala Litzi dengan gemas. "Ternyata diam-diam kau menghanyutkan ya. Kalau begitu aku harus berwaspada mulai saat ini," kata Rex. Litzi mengernyit, "Berwaspada?"

