80

205 Words

“Kenapa bengong? Apa mereka temanmu? Hah.... jangan pikirkan ayahmu! Ibu akan membelamu. Lagi pula saya dan ayahmu sudah membicarakan semua ini dari jauh- jauh hari. Saya katakan jika kamu bersikap baik, kamu akan mendapatkan semuanya. Tetapi sebaliknya, jika kamu tidak bisa bersikap baik. Kamu tidak akan mendapatkan apapun. Bagaimana? Saya yakinkan ayahmu, bahwa mereka adalah pria baik- baik!” Aku melihat ke arah ibuku, melihat wajahnya dan mencoba membaca raut wajahnya. Aku harus bisa menebak niatnya padaku. Tapi aku rasa dia tidak membohongiku, dia berniat baik padaku. “Benarkah? Sungguh?” “Ya tentu saja, jadi katakan apakah mereka yang kita dengar tadi adalah temanmu?” “Ya, mereka adalah temanku. Apakah Ibu akan memarahiku?” “Hah, untuk apa ibu marah padamu” ucap Ibu padaku, lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD