20

2301 Words

Dwiga langsung berhenti langkahkan kaki, setelah menyadari jika sudah tidak berjalan beriringan lagi dengan saudara kembar laki-lakinya. Ya, Triga tertinggal. Dwiga segera saja tenggokkan kepala ke belakang guna pastikan keberadaa kembarannya. "Tri, cepat jalan. Sini. Sini cepat!" panggil Dwiga dalam intonasi suara yang lumayan lantang sembari melambai-lambaikan cepat tangan kanannya yang tidak memegang keranjang plastik. Senyum lebar terpamer. "Cepat, Tri. Cepat, ayooo!" Dwiga memanggil kembali sang kembaran. Dan, tetap dengan semangat serta rasa antusiasme tingginya. Benar, alasan balita itu bersikap demikian tentu ada tujuan sangat jelas. Dwiga sudah tak sabar memetik buah kesukaannya, yaitu strawberry. Kebun terletak di samping vila. Hanya sang ayah dan juga saudara kembar laki-laki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD