30

1291 Words

Detik demi detik berlalu. Berubah menjadi menit. Namun Bintang hanya menggunakan waktunya untuk memandangi sebuah figura di ruang tamu rumah Rasi, yang memajang potret dirinya dengan Rasi di waktu 10 tahun silam, saat mereka baru menginjak usia 6 tahun. Tanpa ada gurat ekspresi di wajahnya, Bintang membungkam, dengan segala sesak yang menggunung di dadanya. Sesak, yang rasanya sudah benar-benar tidak mampu lagi ia tahan, lantaran ada begitu banyak hal yang dia sesali pada Rasi, tanpa sempat untuk memohon maaf. Karena bahkan di saat terakhir dia bertemu gadis itu, sikapnya malah acuh tak acuh. Ketika Rasi berupaya untuk mengejarnya, setelah entah sudah berapa lama dia menunggu Bintang tak tahu. Namun yang jelas Bintang tahu pasti adalah ketika dirinya membiarkan gadis itu terjatuh meski s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD