19

1036 Words

“Mungkin ini sudah saatnya kamu tahu kebenarannya Kejora.” Kebenaran? Satu detik. Seketika perasaan Kejora tidak enak. Walau sempat bingung ketika di satu sisi dirinya penasaran, namun di sisi lain mencoba untuk ingin mengabaikan lantaran takut kalau-kalau kenyataan yang ingin ia ketahui itu lagi-lagi hanya akan membuat dirinya tidak bisa menerima takdir. Tetapi tetap saja mulutnya berucap pelan penuh keraguan. “Kebenaran apa, Tan?” “Nanti Tante akan ceritakan ke kamu kalau Tante sudah kembali ke Jakarta, ya,” ucap Milka lembut, setelah sebelumnya wanita itu terdiam cukup lama. Entahlah, seperti ada banyak sesuatu yang sedang ia pertimbangkan. “Sekarang aja, Tan,” sambar Kejora, cepat. Meski ia tahu firasatnya berulang kali melarangnya untuk mengetahui hal apapun tentang kebenaran yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD