Luka Terdalam

1137 Words

Usai membersihkan diri, Anna pun keluar dari dalam kamar mandi dan langsung berhadapan dengan Adnan yang sudah berdiri di depan pintu. Tatapan pria itu tampak tak segarang sebelum-sebelumnya. Lebih teduh dan datar. "Anna .... " Adnan mencoba untuk memegang tangan istrinya, tapi dengan cepat perempuan itu menghindar. "Jangan sentuh aku!" Jari telunjuk Anna mengarah lurus kepada wajah Adnan. Kemudian setelah itu, ia kembali mengayunkan langkah. "Aku minta maaf, Anna. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu!" Adnan masih berusaha untuk membujuk dan membela diri. Langkah kaki Anna terhenti seketika. Dengan cepat ia berbalik dan membalas tatapan Adnan dengan tatapan nanar. Napasnya tidak bisa menyembunyikan kemarahan yang kian menggunung di dadanya. Tersengal-sengal seperti akan meledak. "Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD