Puas tertawa, Adnan kembali mendekati Anna dengan sorot mata penuh kemarahan. Tampaknya kali ini ia tidak sekedar membentak Anna, tapi juga akan melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar itu. Anna kian ketakutan. Kakinya sampai berjalan mundur demi menghindari suaminya sendiri. Tak ada sedikitpun pengampunan yang ia lihat dari sorot mata pria itu. Apa lagi cinta dan kasih sayang. Nihil. "Buka bajumu?" perintah Adnan tiba-tiba sehingga membuat Anna terkejut. Anna menggelengkan kepala pelan. "M—Mas ... aku belum mandi." Kakinya masih berjalan mundur hingga menabrak anak tangga pertama. "Kenapa? Kau tidak mau melayani suamimu?" tanya Adnan dengan jari-jari tangannya yang mulai membuka biji-biji kancing baju seragamnya. Masih berjalan mundur, kaki Anna mulai naik perlahan, menapaki satu p

