"Kamu keluar tadi?" tanya Adnan, yang membuat Anna nyaris tersedak kuah mi ayam yang tengah ia santap. Entah sejak kapan, tapi tiba-tiba saja pria berseragam ASN itu sudah berdiri di depannya. Saking asiknya menikmati makanannya, Anna jadi tidak mendengar deru mobil Adnan. "E ... tidak, Mas. Ini aku beli dari tukang mie ayam keliling." Anna berbohong. Adnan tampak meninggikan dagu dan menatap Anna penuh curiga. "Bukannya kemarin aku sudah belikan untukmu?" Adnan mulai curiga. Anna melempar senyum manis dan berkata, "I—iya, Mas, tapi kepingin lagi." Anna kembali pada mangkuknya. Sedang berusaha agar tidak tampak seperti orang yang sedang berdusta. Tak melanjutkan interogasinya, Adnan langsung berlalu ke arah tangga dan menuju kamar. Memberikan ruang kepada Anna untuk sekedar menghela n

