Pukul tujuh Nayla memutuskan untuk pulang ke rumah lebih awal karena merasa badannya tidak enak, apalagi di malam sebelumnya Nayla hampir terjaga semalaman karena harus menenami Dira di rumah sakit. Selama menyetir pikiran Nayla kembali tertuju kepada obrolan mereka tadi siang mengenai siapa sosok wanita yang mengirimkan surat ancaman tersebut kepadanya. “Kenapa ketawa, Nay? Jadi apa bener lo enggak deketin siapa-siapa? Terus temen baru lo kemaren gimana?” tambah Dika yang membuatnya berpikir dua kali. “Maksudnya? Temen baru lo yang mana, Nay?” tanya Dira yang terlihat bingung karena Dika tidak mengatakan dengan jelas siapa teman baru Nayla yang dimaksud olehnya. Belum sempat Nayla menjawab pertanyaan dari Dira, wanita itu sudah lebih dulu mendapatkan panggilan telepon dari teman kanto

